PT Pertamina (Persero) dan perusahaan energi BP resmi melakukan penyesuaian kenaikan harga sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia pada Sabtu, 18 April 2026. Langkah ini menyebabkan harga beberapa produk bahan bakar melambung hingga menyentuh angka Rp25.000 per liter.
Kenaikan signifikan terjadi pada produk Pertamax Turbo yang kini dipatok seharga Rp19.400 per liter dari harga sebelumnya Rp13.100 per liter, sebagaimana dilansir dari laman resmi mypertamina.id melalui laporan Detik Oto. Selain itu, harga Dexlite mengalami lonjakan sebesar Rp9.400 menjadi Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Meski terdapat perubahan pada kategori non-subsidi, pihak Pertamina mengonfirmasi bahwa harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter dan Solar subsidi bertahan di angka Rp6.800 per liter, termasuk harga Pertamax dan Pertamax Green yang masing-masing tetap Rp12.300 serta Rp12.900 per liter.
| Pertamax Turbo | 13.100 | 19.400 |
| Dexlite | 14.200 | 23.600 |
| Pertamina Dex | 14.500 | 23.900 |
| BP Ultimate Diesel | 14.620 | 25.560 |
Di sisi lain, perusahaan BP turut menyesuaikan harga pada produk Ultimate Diesel yang kini dilego seharga Rp25.560 per liter dari harga awal Rp14.620 per liter. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penegasan bahwa fluktuasi ini hanya terjadi pada komoditas yang tidak disubsidi oleh negara.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah hanya memiliki otoritas penuh untuk mengatur harga BBM subsidi, sedangkan kategori non-subsidi menyesuaikan dengan kondisi pasar global. Penyesuaian ini dipandang wajar mengingat target konsumen produk tersebut adalah kalangan ekonomi menengah ke atas.
"Jadi kalau BBM itu kan, kalau untuk yang pemerintah atur adalah BBM bersubsidi. Sementara yang untuk industri (BBM non-subsidi), sesuai peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu mengikuti harga pasar. Jadi, Turbo (Pertamax Turbo) itu kan untuk orang kaya. Orang-orang mampu semua. RON 98, kemudian solar yang CN 51 itu untuk orang mampu lah," kata Bahlil, Menteri ESDM.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bahlil sesaat setelah memberikan materi kepada para peserta retret Ketua DPRD di Akademi Militer Magelang. Kebijakan penetapan harga ini merujuk pada regulasi tahun 2022 yang membebaskan harga bahan bakar nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar internasional.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·