BTN Pangkas Waktu Proses KPR 30% Lewat Pembangunan Loan Factory

Sedang Trending 5 hari yang lalu

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil memangkas waktu proses administrasi kredit kepemilikan rumah (KPR) secara signifikan. Melalui pembangunan Loan Factory, durasi pemrosesan kini menjadi lebih singkat, dari rata-rata sembilan hari menjadi hanya enam hari.

Percepatan hingga 30% ini merupakan respons terhadap keluhan nasabah terkait proses aplikasi KPR yang selama ini dianggap lambat, bahkan bisa mencapai lebih dari sebulan. Langkah transformasi bisnis ini diungkapkan oleh Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, pada Senin (13/4/2026), di Bekasi, dilansir dari Detik Finance.

Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan bahwa sentralisasi proses melalui Loan Factory memungkinkan seluruh aplikasi dimonitor dengan lebih baik. "Sering sekali ada keluhan waktu aplikasi KPR di satu titik lebih dari sebulan," ujar Nixon. "Sekarang udah lebih cepat. Dari 9 hari ke 6 hari, artinya udah lebih cepat 30%."

Pembangunan Loan Factory merupakan bagian integral dari peta jalan transformasi BTN yang telah dimulai sejak 2019. Inisiatif ini didorong oleh kebutuhan untuk mengelola volume kredit berskala besar dengan standar yang seragam di seluruh cabang.

Sebelumnya, proses kredit konsumer BTN dilaksanakan secara desentralisasi di cabang-cabang. Kemudian, upaya perbaikan dilakukan melalui pembentukan Regional Loan Processing Center (RLPC) sejak 2019.

Nixon menargetkan percepatan proses kredit akan terus ditekan hingga mencapai lima hari ke depan. "Sekarang sudah 6 hari, dan ini real numbers. Kita mau tekan terus ke 5 hari," tambahnya.

Selain efisiensi waktu, sistem baru yang terpusat ini juga dirancang untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Dengan memisahkan petugas analis data kredit dari interaksi langsung dengan nasabah, potensi "kongkalikong" atau praktik tidak etis dapat diminimalisir.

"Dengan dipisahkannya ini ke nasional, nggak ada lagi kongkalikong apa istilahnya tadi, karena mereka nggak ketemu dengan nasabah, yang ketemu orang sales," terang Nixon.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menambahkan bahwa transformasi ini bertujuan agar proses yang sebelumnya ada di cabang menjadi lebih akurat dan efisien. "Sebagai bank yang fokus di area consumer, ini bagian dari transformasi berkelanjutan agar customer experience lebih baik," kata Setiyo.