Peluncuran buku berjudul Membangun Tanpa Menggusur karya M. Azka Gulsyan dan Untung Widyanto menyoroti transformasi kebijakan penataan pemukiman padat di Jakarta pada Jumat (08/05/2026). Dilansir dari Detikcom, acara yang digelar di Urban Knowledge Hub Jakarta ini membedah perjuangan warga Kampung Akuarium dalam mempertahankan hak ruang hidup mereka.
Data Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menunjukkan eskalasi penggusuran yang masif pada periode 2015 hingga 2016. Tercatat sebanyak 113 kasus penggusuran terjadi pada 2015 yang berdampak bagi 8.145 keluarga, sementara pada 2016 angka tersebut melonjak menjadi 193 kasus yang memengaruhi 5.726 keluarga serta ribuan unit usaha.
Penulis buku sekaligus wartawan senior, Untung Widyanto, menjelaskan bahwa dokumentasi ini merangkum peran berbagai aktor dalam menuntut keadilan bagi warga kampung yang terancam hilang dari peta kota.
"Buku ini ditulis dengan melihat aktor-aktor politik dan juga aktor LSM yang ikut berperan. Kisah pilu warga dan usaha yang giat menuntut keadilan menjadi bagian penting dari buku ini," kata Untung Widyanto, Penulis Buku.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan pandangannya melalui rekaman video mengenai bagaimana sebuah kebijakan mencerminkan cara kota menghargai keberadaan masyarakatnya.
"Ketika sebuah kota menggusur, kota itu berkata: 'Kamu tidak terlihat.' Ketika sebuah kota membangun tanpa bertanya, kota itu berkata: 'Suaramu tidak penting,'" ujar Anies Baswedan, Mantan Gubernur DKI Jakarta.
Dalam sambutan tersebut, ia menekankan pentingnya proses kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam merancang ruang hidup bersama untuk mengakui keberadaan mereka sebagai bagian integral dari kota.
Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, menyambut positif berdirinya Kampung Susun Akuarium yang kini telah menghapus stigma negatif kawasan tersebut.
"Namun tidak perlu semua kota dibangun vertikal seperti ini, kecuali di kota-kota yang sangat padat dan lahannya sempit," ujar Elisa Sutanudjaja, Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies.
Penataan Kampung Akuarium yang melibatkan arsitek sosial dan organisasi masyarakat sipil ini telah mendapatkan apresiasi pada tingkat global. Kawasan hunian tersebut berhasil meraih penghargaan internasional World Habitat Awards 2024 sebagai simbol keberhasilan pembangunan tanpa penggusuran paksa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·