96 Pelanggan Telah Kembali ke Rumah, 41 Barang Pelanggan Masih Menunggu Pengambilan di Posko Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan proses pemulihan operasional perjalanan Commuter Line lintas Cikarang serta pendampingan pelanggan pascakejadian di Stasiun Bekasi Timur agar perjalanan kereta api dapat berlangsung semakin baik dan aman.
Dalam proses pemulihan operasional, KAI masih menerapkan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api pada sejumlah titik di lintas Bekasi hingga Cikarang dengan kecepatan berkisar 60–80 km/jam. Pembatasan tersebut masih dilakukan seiring proses pengecekan jalur dan pemulihan operasional yang terus berjalan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pengecekan, pemulihan operasional, dan keselamatan perjalanan kereta api.
“Pembatasan kecepatan ini masih diperlukan agar proses pengecekan dan pemulihan operasional dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga aspek keselamatan perjalanan. Kami memahami kondisi ini berdampak kepada keterlambatan perjalanan kereta api, khususnya Commuter Line lintas Cikarang, dan kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan,” ujar Anne.
KAI mencatat performa operasional Commuter Line lintas Cikarang terus menunjukkan tren pemulihan. Pada 7 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu keberangkatan Commuter Line Cikarang tercatat sebesar 87% dan kedatangan 81% dengan rata-rata keterlambatan 2,2 menit untuk keberangkatan dan 3,3 menit untuk kedatangan. Sementara pada 8 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu meningkat menjadi 88% untuk keberangkatan dan 85% untuk kedatangan, dengan rata-rata keterlambatan 1,8 menit untuk keberangkatan dan 2,3 menit untuk kedatangan.
Anne menambahkan, KAI terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar proses pemulihan perjalanan kereta api dapat berjalan semakin baik dari hari ke hari.
“Secara paralel KAI terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar perjalanan kereta api semakin pulih dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” tambah Anne.
Selain fokus pada operasional, KAI juga terus melanjutkan pendampingan terhadap pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur.
Per Sabtu (9/5) pukul 07.00 WIB, sebanyak 96 pelanggan telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan bersama keluarga. Sementara itu, 12 pelanggan lainnya masih menjalani perawatan lanjutan di sejumlah rumah sakit dengan kondisi yang terus dipantau secara berkala.
“Kami terus menjaga komunikasi dengan rumah sakit, keluarga, dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar. Pelanggan yang masih dirawat terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan,” ujar Anne.
KAI juga masih membuka layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Pengajuan dapat dilakukan dengan melengkapi dokumen berupa bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja.
Dukungan psikologis melalui layanan trauma healing juga tetap tersedia bagi pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan. Layanan tersebut dapat diakses melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari telemedicine hingga tatap muka sesuai kondisi dan kebutuhan pelanggan.
KAI juga terus melakukan pengamanan barang-barang pelanggan yang tertinggal saat kejadian. Hingga 9 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, sebanyak 121 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 80 barang telah diserahterimakan kepada pemilik, sedangkan 41 barang lainnya masih dalam proses verifikasi di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur.
“Kami memahami setiap barang yang tertinggal memiliki arti penting bagi pelanggan maupun keluarga. Karena itu, proses pendataan dan penyerahan dilakukan secara teliti agar barang dapat diterima oleh pemilik yang berhak,” jelas Anne.
Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani kebutuhan informasi, administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis bagi pelanggan dan keluarga.
“KAI akan terus mendampingi pelanggan dan keluarga selama proses pemulihan berlangsung sambil memastikan operasional perjalanan kereta api terus bergerak ke arah yang semakin baik dan aman,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·