Jakarta, Senin (15/4/2026) – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan lampu hijau kepada Perum Bulog untuk menerima subsidi bunga pinjaman sebesar 2%. Kebijakan ini bertujuan untuk menunjang penugasan Bulog dalam menyerap gabah dan jagung petani, demikian dilansir dari Detik Finance.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan hasil koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. "Bapak Menteri Keuangan sudah memberikan green light bahwa Bulog diberikan subsidi bunga sebanyak 2%," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin.
Rizal menjelaskan, Bulog akan mendapatkan fasilitas bunga dari Bank Himbara sebesar 4%. Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, beban bunga yang ditanggung Bulog hanya 2%, sisanya ditanggung oleh negara. Anggaran yang disiapkan untuk pengadaan gabah, kedelai, dan jagung mencapai Rp68,6 triliun.
Kebijakan ini diambil berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri. Pemerintah menargetkan pengadaan gabah atau setara beras untuk penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 4 juta ton pada tahun 2026. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani.
Realisasi penyerapan gabah petani hingga 13 April mencapai 48,7% dari target 4 juta ton, atau setara 1,9 juta ton beras. Stok CBP pada periode yang sama mencapai 4,72 juta ton dan ditargetkan akan segera menembus 5 juta ton. "Ini prediksi kami dalam waktu dekat, prediksi kami dalam seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton stok beras Bulog yang ada di gudang Bulog," katanya.
Dengan adanya subsidi ini, Rizal berharap beban keuangan Bulog dapat berkurang signifikan. Hal ini diharapkan dapat memberikan Bulog kemampuan untuk lebih mandiri, profesional, dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·