Bupati Kebumen Lilis Nuryani meresmikan Masjid An-Nuur yang berlokasi di area rooftop Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring (RSMTP), Jakarta Selatan, pada Jumat (24/4/2026). Fasilitas ibadah ini dibangun untuk mengintegrasikan pengobatan fisik dengan penguatan spiritual bagi pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Keberadaan tempat ibadah di bagian atas gedung ini dianggap unik sekaligus menjadi simbol pendekatan medis holistik. Lilis Nuryani menekankan pentingnya aspek batin dalam mendukung proses pemulihan pasien di rumah sakit.
“Di tengah ikhtiar medis, Masjid An-Nuur hadir sebagai tempat doa dipanjatkan, harapan dikuatkan, dan hati ditenangkan. Ini menjadi bagian penting dari upaya penyembuhan secara menyeluruh,” ujar Lilis Nuryani, Bupati Kebumen.
Pembangunan masjid tersebut merupakan hasil wakaf dari Ir. Mohammad Yahya Fuad, yang merupakan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong. Pemilihan nama An-Nuur yang berarti cahaya didedikasikan sebagai bentuk penghormatan kepada ibunya, Siti Nururrohmah, dan istrinya, Lilis Nuryani.
“Meski masjid ini sebenarnya sudah digunakan selama dua tahun untuk shalat lima waktu maupun shalat Id, peresmian hari ini menjadi simbol komitmen kita bersama untuk terus memakmurkan rumah Allah,” ujar Mohammad Yahya Fuad, Ketua PCM Gombong.
Yahya Fuad juga memberikan dukungan modal awal sebesar Rp 50 juta untuk mengembangkan unit usaha di area masjid. Hal ini merespons gagasan inklusivitas ruang sosial yang diusulkan oleh Ketua PCM Kebayoran Baru, Ahmad Said Matondang.
Direktur RSMTP dr. Khaira Utia menjelaskan bahwa fasilitas ini sangat dinantikan untuk memenuhi standar akreditasi rumah sakit terkait ketersediaan sarana spiritual. Selain itu, peresmian ini dibarengi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PCM Kebayoran Baru dan PCM Gombong di bidang kesehatan dan sosial.
“Masjid ini memberikan kenyamanan bagi keluarga pasien yang membutuhkan tempat ibadah yang layak. Selain itu, juga menjadi nilai tambah dalam aspek pelayanan rumah sakit,” kata Khaira Utia, Direktur RSMTP.
Institusi kesehatan ini telah bertransformasi dari tempat persalinan sederhana pada 1962 menjadi rumah sakit umum sejak tahun 2012. Upaya adaptasi layanan terus dilakukan seiring dengan kebutuhan masyarakat akan fasilitas yang komprehensif.
“Transformasi tersebut menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam menyediakan layanan kesehatan yang terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman,” kata Khaira Utia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·