Bupati Lamandau Studi Tiru Pengelolaan Sampah RDF di Banyumas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, melakukan studi tiru pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, guna memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Lamandau.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kabupaten Lamandau serta Wakil Bupati Kabupaten Purbalingga, Dimas Prasetyahani.

Bupati Rizky Aditya Putra menjelaskan bahwa fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari sistem pengelolaan sampah rumah tangga berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R) yang telah sukses diterapkan di Banyumas dengan melibatkan kelompok swadaya masyarakat.

“Kita belajar dan melihat langsung bagaimana mereka mengelola sampah rumah tangga dengan melibatkan masyarakat setempat. Dari proses itu, sampah rumah tangga bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif (RDF),” tutur Bupati saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (9/5).

Menurutnya, keberhasilan Banyumas dalam mengubah masalah sampah menjadi nilai ekonomi melalui teknologi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) merupakan referensi penting bagi kemajuan Kabupaten Lamandau.

Pria yang akrab disapa Rizky Mahodenk ini berharap, hasil dari kunjungan kerja ini dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu di Kabupaten Lamandau, khususnya di Kota Nanga Bulik.

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan teknologi harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat.

Electronic money exchangers listing

“Yang paling utama adalah kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga masing-masing. Ini harus mulai diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia meyakini, dengan kolaborasi solid antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Kota Nanga Bulik akan berkembang menjadi kota yang lebih sehat dan tertata. Visi besar ini juga membidik penghargaan bergengsi di bidang kebersihan.

“Apabila Kota Nanga Bulik, khususnya Bumi Bahaum Bakuba, bersih, sehat, dan tertata, maka meraih Piala Adipura bagi Kabupaten Lamandau di masa mendatang bukanlah hal yang mustahil,” pungkas Rizky dengan optimis. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, melakukan studi tiru pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, guna memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Lamandau.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kabupaten Lamandau serta Wakil Bupati Kabupaten Purbalingga, Dimas Prasetyahani.

Bupati Rizky Aditya Putra menjelaskan bahwa fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari sistem pengelolaan sampah rumah tangga berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R) yang telah sukses diterapkan di Banyumas dengan melibatkan kelompok swadaya masyarakat.

Electronic money exchangers listing

“Kita belajar dan melihat langsung bagaimana mereka mengelola sampah rumah tangga dengan melibatkan masyarakat setempat. Dari proses itu, sampah rumah tangga bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif (RDF),” tutur Bupati saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (9/5).

Menurutnya, keberhasilan Banyumas dalam mengubah masalah sampah menjadi nilai ekonomi melalui teknologi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) merupakan referensi penting bagi kemajuan Kabupaten Lamandau.

Pria yang akrab disapa Rizky Mahodenk ini berharap, hasil dari kunjungan kerja ini dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu di Kabupaten Lamandau, khususnya di Kota Nanga Bulik.

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan teknologi harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat.

“Yang paling utama adalah kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga masing-masing. Ini harus mulai diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia meyakini, dengan kolaborasi solid antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Kota Nanga Bulik akan berkembang menjadi kota yang lebih sehat dan tertata. Visi besar ini juga membidik penghargaan bergengsi di bidang kebersihan.

“Apabila Kota Nanga Bulik, khususnya Bumi Bahaum Bakuba, bersih, sehat, dan tertata, maka meraih Piala Adipura bagi Kabupaten Lamandau di masa mendatang bukanlah hal yang mustahil,” pungkas Rizky dengan optimis. (bib)