Bursa Saham Wall Street Melemah Akibat Aksi Ambil Untung Saham Teknologi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Jumat (16/5/2026) waktu setempat setelah investor melakukan aksi ambil untung pada sektor teknologi dan merespons kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Dilansir dari Money, penurunan ini terjadi di tengah kekecewaan pasar atas minimnya terobosan dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Indeks S&P 500 mencatatkan penurunan sebesar 1,24 persen ke posisi 7.408,50, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 1,54 persen menjadi 26.225,14. Dow Jones Industrial Average juga kehilangan 537,29 poin atau turun 1,07 persen ke level 49.526,17 akibat tekanan jual yang masif.

Sektor semikonduktor memimpin pelemahan dengan saham Intel merosot lebih dari 6 persen, diikuti oleh Micron Technology yang turun 6,6 persen dan Advanced Micro Devices (AMD) sebesar 5,7 persen. Nvidia turut mengalami koreksi 4,4 persen, sedangkan saham pendatang baru Cerebras Systems anjlok 10 persen setelah sempat melonjak tajam sehari sebelumnya.

Analis Vital Knowledge, Adam Crisafulli, memberikan pandangannya terkait volatilitas yang menimpa perusahaan-perusahaan teknologi besar tersebut.

“Kelompok saham ini telah mengalami kenaikan yang sangat tidak berkelanjutan dalam beberapa pekan terakhir dan tetap rentan terhadap aksi ambil untung, apa pun tajuk beritanya,” ujar Adam Crisafulli, analis Vital Knowledge.

Crisafulli juga menyoroti sentimen dari pertemuan bilateral AS-China yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap kepercayaan investor sektor industri.

“Sedikit tajuk berita yang muncul dari pertemuan itu, seperti pesanan Boeing, tidak terlalu mengesankan,” kata Adam Crisafulli, analis Vital Knowledge.

Di sisi lain, tekanan pasar diperparah oleh melonjaknya imbal hasil Treasury tenor 30 tahun hingga menembus level 5,1 persen serta kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak mentah WTI melonjak 4,2 persen menjadi 105,42 dollar AS per barel setelah adanya pernyataan keras dari Trump mengenai ketegangan dengan Iran.

Manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, mengamati bahwa meskipun pasar masih berada dalam tren penguatan tahunan, ketergantungan pada sektor tertentu menjadi risiko tersendiri.

“Rasanya tidak tepat jika mengatakan saham teknologi akan terus memimpin selamanya,” ujar Jed Ellerbroek, Manajer Portofolio Argent Capital Management.

Kenaikan terbatas hanya terjadi pada saham Microsoft yang tumbuh 3 persen setelah adanya laporan investasi dari Pershing Square milik Bill Ackman. Sementara itu, saham Boeing merosot 3,8 persen karena pasar menilai pesanan 200 jet dari China tidak cukup signifikan dari proyeksi awal.