Kelompok bersenjata memberondong bus yang membawa tim Berekum Chelsea hingga menewaskan pemain sayap Dominic Frimpong di jalan Bebani-Gwasso, wilayah Ahireso, Ghana, pada Minggu (12/4/2026). Insiden mematikan ini terjadi saat rombongan sedang dalam perjalanan pulang usai melakoni laga tandang melawan Samartex di Liga Utama Ghana.
Para penyerang dilaporkan melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah kendaraan saat bus tersebut mencoba melakukan manuver mundur untuk menghindar. Menurut laporan surat kabar AS, Frimpong yang berusia 20 tahun terkena tembakan di bagian kepala dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Nyawa Frimpong tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di fasilitas medis, menjadi satu-satunya korban jiwa yang dikonfirmasi dalam peristiwa tersebut. Selain korban tewas, situasi sempat mencekam ketika sejumlah pemain dan staf teknis nekat melompat keluar bus untuk melarikan diri ke arah hutan demi menyelamatkan diri dari berondongan peluru.
Beberapa laporan media lokal menyebutkan bahwa sejumlah personel tim sempat dinyatakan hilang karena masih bersembunyi di dalam hutan pasca-serangan. Asosiasi Sepak Bola Ghana (GFA) telah mengonfirmasi peristiwa tragis ini melalui pernyataan resmi yang menyatakan rasa duka mendalam bagi keluarga korban dan klub.
"Federasi Sepak Bola Ghana (GFA) menerima dengan sangat terkejut dan duka mendalam kabar meninggalnya Dominick Frimpong, pemain klub sepak bola Berekuom Chelsea," bunyi pernyataan resmi federasi tersebut.
GFA juga menyampaikan belasungkawa kepada rekan setim, staf pelatih, serta jajaran direksi Berekum Chelsea atas tragedi yang mengguncang komunitas sepak bola nasional tersebut. Hingga saat ini, otoritas keamanan setempat masih melakukan penelusuran terhadap pelaku penembakan dan menyisir area hutan untuk memastikan keselamatan seluruh awak tim.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·