Cadangan Devisia Malaysia Turun Menjadi 129,5 Miliar Dollar AS

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Bank Negara Malaysia (BNM) melaporkan cadangan devisa internasional negara tersebut mengalami penurunan tipis menjadi 129,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.295,8 triliun pada pertengahan Mei 2026. Angka tersebut menyusut dari posisi akhir April 2026 yang tercatat sebesar 129,7 miliar dollar AS atau setara Rp 2.299,3 triliun.

Meskipun terjadi penurunan sebesar 200 juta dollar AS atau setara Rp 3,5 triliun, dilansir dari Money, bank sentral menegaskan bahwa jumlah cadangan tersebut masih berada di kisaran tertinggi dalam lebih dari satu dekade serta memadai untuk menopang kebutuhan eksternal Malaysia.

"Posisi cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai 4,6 bulan impor barang dan jasa, serta setara 0,9 kali total utang luar negeri jangka pendek," tulis BNM, dikutip dari Bernama, Selasa (26/5/2026).

Dinamika arus modal dan kebutuhan stabilisasi pasar keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global serta volatilitas pasar keuangan internasional menjadi pemicu fluktuasi terbatas ini. Komponen utama cadangan devisa per 15 Mei 2026 mencakup mata uang asing sebesar 113,5 miliar dollar AS, posisi cadangan di IMF sebesar 1,3 miliar dollar AS, SDR sebesar 5,9 miliar dollar AS, cadangan emas senilai 6,4 miliar dollar AS, dan aset lainnya sebesar 2,4 miliar dollar AS.

Di sisi lain, mata uang ringgit Malaysia justru dilaporkan menguat terhadap dollar AS pada perdagangan akhir Mei 2026 yang didorong oleh membaiknya sentimen pasar global atas harapan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz.

Kepala ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd Mohd Afzanizam Abdul Rashid menjelaskan bahwa indikator makroekonomi domestik yang membaik, seperti peningkatan surplus transaksi berjalan dan penyusutan defisit fiskal pada kuartal I 2026, turut menopang keperkasaan ringgit dan menekan risiko twin deficit.