Fasilitas Bus Shalawat kembali dikerahkan guna menyokong pergerakan jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah, Arab Saudi. Layanan ini menjadi infrastruktur krusial demi menjamin kelancaran aktivitas ibadah dari penginapan menuju Masjidil Haram.
Dikutip dari Detikcom, jemaah sangat disarankan memahami mekanisme penggunaan transportasi ini agar perjalanan tetap tertib. Bus Shalawat merupakan sarana transportasi khusus yang disediakan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara cuma-cuma.
Operasional armada ini berlangsung selama 24 jam nonstop untuk menjemput dan mengantar jemaah. Inisiatif tersebut bertujuan meringankan beban fisik jemaah, terutama kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas, agar tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh.
Untuk memulai perjalanan dari lokasi hotel, jemaah cukup mendatangi halte terdekat yang tersedia. Pastikan untuk memverifikasi nomor trayek yang sesuai dengan wilayah pemukiman masing-masing agar tidak terjadi salah rute.
Jemaah dapat meminta panduan petugas lapangan di halte jika memerlukan penjelasan tambahan mengenai tujuan bus. Mencatat warna badan bus serta nomor rute sangat direkomendasikan guna mempermudah proses identifikasi saat akan kembali dari masjid.
Saat hendak pulang dari Masjidil Haram, jemaah perlu memperhatikan pintu keluar untuk menuju terminal yang tepat. Jemaah yang menggunakan trayek nomor 1 hingga 11 harus menuju Terminal Syib Amir yang terletak di belakang area WC9 setelah keluar dari jalur Marwa.
Bagi pengguna trayek nomor 12 sampai 15, akses tersedia melalui Terminal Jabal Ka'bah di sisi utara atau barat masjid. Sementara itu, Terminal Ajyad yang melayani rute nomor 16 hingga 21 dapat dicapai melalui pintu King Abdul Aziz ke arah Clock Tower.
Imbauan Keamanan dan Identitas Jemaah
PPIH Arab Saudi menekankan pentingnya menjaga atribut identitas diri selama memanfaatkan layanan transportasi massal ini. Jemaah dilarang melepas gelang identitas dan diwajibkan selalu membawa kartu nusuk sebagai dokumen pengenal resmi di Tanah Suci.
Selain dokumen, membawa kartu panduan rute juga menjadi langkah preventif agar jemaah tidak tersesat. Pemahaman terhadap visual bus, seperti angka dan warna, menjadi kunci utama kemudahan mobilitas harian selama musim haji.
"Jamaah cukup mencocokkan warna dan nomor rute bus pada kartu dengan stiker nomor yang terpasang di badan bus, sehingga kecil kemungkinan tersesat," ujar Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman.
Pihak penyelenggara juga menyarankan agar jemaah tidak membawa barang bawaan secara berlebihan ke dalam bus. Pembatasan ini dilakukan demi menjaga ruang gerak serta kenyamanan bersama seluruh pengguna layanan selama perjalanan menuju pusat ibadah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·