Cara Memilih Benih Pakcoy yang Bagus untuk Petani Pemula

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jawa Timur - Menanam pakcoy kini semakin diminati masyarakat karena mudah dibudidayakan dan memiliki masa panen yang relatif cepat. Namun, banyak petani pemula masih bingung menentukan langkah awal, terutama cara memilih benih pakcoy yang bagus agar hasil tanam tidak mengecewakan. Pemilihan benih menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung pada pertumbuhan tanaman hingga hasil panen.

Selain benih, metode penanaman juga sering menjadi pertanyaan bagi pemula. Sebagian memilih sistem tanam di tanah karena dianggap lebih sederhana, sementara yang lain tertarik mencoba hidroponik karena terlihat praktis dan modern. Keduanya sebenarnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan target budidaya masing-masing.

Fadlillah, Petani Pakcoy asal Bondowoso, membagikan pengalamannya terkait cara memilih benih pakcoy yang bagus hingga kesalahan yang sering dilakukan petani pemula. Menurutnya, memahami dasar budidaya sejak awal akan membantu pemula lebih mudah mendapatkan hasil panen yang optimal. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda (11/5/2026).

Memulai Budidaya Pakcoy dari Benih Berkualitas

Langkah pertama yang harus dipahami petani pemula adalah pentingnya memulai dari benih yang baik. Benih berkualitas biasanya memiliki bentuk bulat sempurna, tidak pecah, dan tampak sehat. Benih yang bagus akan memiliki tingkat tumbuh lebih tinggi sehingga tanaman lebih seragam dan kuat saat berkembang.

Selain memilih benih, pemula juga perlu memahami bahwa proses budidaya pakcoy tidak harus rumit. Banyak orang gagal memulai karena merasa perlu modal besar atau alat lengkap. Padahal, budidaya sederhana bisa dilakukan menggunakan wadah bekas di rumah dan media tanam seadanya selama tanaman tetap mendapat perawatan yang baik.

“Untuk milih pakcoy yang baik dan bagus itu ya yang bulat sempurna, tidak pecah lah bahasanya itu,” ujar Fadlillah, Petani Pakcoy Bondowoso.

Pilihan Menanam Pakcoy di Tanah atau Hidroponik

Banyak petani pemula bertanya apakah lebih baik menanam pakcoy di tanah atau hidroponik. Menurut Fadlillah, keduanya sama-sama bagus dan praktis, tergantung kebutuhan dan minat masing-masing. Jika hanya untuk konsumsi rumah tangga, metode tanah maupun hidroponik sama-sama mudah dilakukan.

Budidaya di tanah bisa dimulai dengan memanfaatkan barang bekas seperti ember lama, bak plastik, atau polybag. Sementara untuk hidroponik, saat ini sudah tersedia banyak paket pemula dengan harga terjangkau di marketplace. Paket tersebut biasanya sudah lengkap dengan perlengkapan dasar sehingga memudahkan pemula mencoba sistem hidroponik.

“Kalau aku sendiri untuk skala produksi, karena aku petani hidroponik, aku lebih milih hidroponik daripada tanah untuk sayuran,” kata Fadlillah.

Budidaya pakcoy termasuk usaha pertanian yang tidak membutuhkan modal besar untuk skala kecil. Pemula bahkan bisa memulai hanya dengan membeli benih dan memanfaatkan alat seadanya di rumah. Harga benih pakcoy juga relatif murah dan bisa digunakan untuk banyak tanaman.

Fadlillah menjelaskan bahwa benih pakcoy isi sekitar 1.500 biji dijual dengan harga sekitar Rp26 ribuan. Dengan jumlah tersebut, pemula sebenarnya sudah bisa memulai budidaya dalam jumlah cukup banyak untuk kebutuhan rumah tangga. Sementara media tanam dan wadah bisa menggunakan barang bekas agar lebih hemat biaya.

“Kalau untuk konsumsi rumahan ya mungkin cuma modal benih doang. Selebihnya alat-alat atau bahan lain bisa memanfaatkan barang yang tidak terpakai di rumah,” jelas Fadlillah.

Ia juga menjelaskan bahwa masa panen pakcoy cukup cepat. Untuk baby pakcoy biasanya bisa dipanen umur 30–40 hari setelah semai, sedangkan ukuran besar membutuhkan waktu sekitar 50–60 hari tergantung kebutuhan pasar dan permintaan pembeli.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Petani Pakcoy Pemula

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan pemula adalah menempatkan tanaman di lokasi yang kurang mendapat sinar matahari. Padahal, pakcoy membutuhkan paparan matahari sekitar 5–8 jam per hari agar pertumbuhannya optimal. Jika kurang cahaya, batang tanaman akan memanjang dan daun terlihat kurang sehat.

Kesalahan lain adalah terlalu sering menyiram tanaman, terutama pada budidaya di tanah. Kondisi media yang terlalu basah bisa memicu busuk akar dan menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, pemula juga sering lupa mengenalkan bibit semai pada sinar matahari setelah berkecambah.

“Kalau sudah berkecambah tapi belum diperkenalkan dengan matahari, nanti batangnya memanjang atau kutilang istilahnya,” ujar Fadlillah.

People Also Ask Tentang Menanam Pakcoy

1. Bagaimana ciri benih pakcoy yang bagus?

Jawaban: Benih pakcoy yang bagus berbentuk bulat sempurna, tidak pecah, dan terlihat sehat.

2. Apakah pemula lebih cocok menanam pakcoy di tanah?

Jawaban: Bisa di tanah maupun hidroponik, tergantung kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

3. Berapa modal awal menanam pakcoy?

Jawaban: Untuk skala rumahan, modal bisa dimulai dari pembelian benih sekitar puluhan ribu rupiah saja.

4. Berapa lama masa panen pakcoy?

Jawaban: Baby pakcoy bisa dipanen umur 30–40 hari, sedangkan ukuran besar sekitar 50–60 hari.

5. Apa kesalahan yang sering dilakukan pemula?

Jawaban: Kurang sinar matahari, terlalu sering menyiram, dan bibit semai tidak dikenalkan pada cahaya matahari.