RANGKAIAN perayaan menuju 20 tahun berkaraya band pop asal Jakarta, RAN, terus berlanjut melalui perilisan super remake video musik “Pandangan Pertama” yang dibuat hampir identik dengan versi aslinya pada 2006. Remake video musik yang dirilis pada Jumat, 22 Mei 2026 ini adalah cara mereka kembali menatap titik awal yang memulai semesta karier RAN.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Bagi RAN, “Pandangan Pertama” bukan hanya lagu pertama melainkan fondasi. Sebuah titik nol yang tanpa mereka sadari perlahan mengubah hidup tiga anak SMA menjadi salah satu grup musik dengan perjalanan paling panjang di Indonesia.
“Kami tak pernah benar-benar meninggalkan lagu ini,” kata Nino. “Semakin dewasa, kami justru makin sadar kalau hidup berubah karena satu lagu ini. Yang dulu terasa sederhana, sekarang rasanya sakral banget.”
Video musik “Pandangan Pertama” yang selama ini dikenal banyak orang ternyata bukan diunggah dari akun YouTube resmi RAN sendiri, alias seperti bajakan. Di era awal 2000-an, ketika YouTube bahkan belum menjadi platform utama, video musik dibuat sebagai syarat agar lagu bisa tayang di televisi musik nasional sehingga Rayi, Asta, dan Nino pun membuat video klip “Pandangan Pertama” untuk kebutuhan promosi saat itu.
Tapi ketika era digital mulai berubah dan YouTube menjadi rumah baru bagi video musik, mereka justru lupa mengunggah video tersebut ke akun resmi mereka sendiri. Video itu kemudian hidup sendiri di internet setelah diunggah oleh seseorang yang bahkan sampai hari ini tidak pernah mereka kenal.
“Jadi selama bertahun-tahun orang nonton MV ‘Pandangan Pertama’ dari upload-an orang random yang bahkan kami enggak tahu siapa,” ungkap Nino sambil tertawa. “Dan anehnya, itu justru jadi bagian dari sejarah lagu ini.”
Karena itulah ketika memutuskan membuat ulang video musik tersebut. RAN tidak ingin membuat versi modern yang terlalu berbeda, justru menghadirkan ulang rasa yang sama. Hampir semua detail dibuat semirip mungkin dengan video klip aslinya mulai dari wardrobe, styling, angle kamera, gestur, hingga tone visualnya.
“Kami benar-benar sampai nonton frame per frame video lama buat memastikan semuanya terasa familiar. Ini bukan tentang memperbaiki masa lalu, tapi menghormati awal yang membentuk kami,” kata Rayi.
Sementara Asta mengatakan proses remake ini justru terasa lebih emosional dibanding yang mereka perkirakan sebelumnya. “Ada momen waktu syuting di mana kami tiba-tiba diam sendiri karena kayak ketemu versi muda diri kami. Semua memori itu balik lagi. Ternyata setelah 20 tahun, chemistry itu masih ada,” ujarnya.
Sepatu KW di Video Musik "Pandangan Pertama"
Di balik proses yang penuh detail tersebut, ada satu cerita kecil yang paling membuat mereka tertawa selama syuting berlangsung. Pada video musik original tahun 2006, Nino ternyata memakai sepatu “Nike KW” karena saat itu mereka belum punya banyak uang untuk kebutuhan styling video klip. Dan ketika tim produksi mencoba mencari sepatu yang sama untuk kebutuhan remake versi 2026, mereka akhirnya menemukan bahwa versi original sepatu tersebut memang ada, hanya saja sangat langka dan sulit ditemukan hari ini.
“Pas kami cari lagi, ternyata ada versi originalnya, cuma susah banget dicari karena emang udah langka. Tapi lucunya, karena dulu gue pakainya yang KW, akhirnya demi akurasi sejarah, gue beli yang KW lagi,” ujar Nino.
Nino mengatakan remake video musik “Pandangan Pertama” sekaligus sebagai pengingat bahwa perjalanan mereka tak pernah benar-benar berhenti. Setelah musikal yang sukses membawa “Pandangan Pertama” ke panggung teater, remake ini menjadi langkah berikutnya menuju perayaan 20 tahun RAN pada akhir tahun nanti. “Dua puluh tahun bukan garis akhir. Ini cuma pengingat kalau semuanya dimulai dari satu pandangan pertama, dan sejak saat itu kita nggak pernah berhenti jalan bareng,” tuturnya.
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·