Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyatakan keterbukaannya untuk menangani Real Madrid di masa depan setelah mencatatkan prestasi gemilang di kompetisi Italia. Fabregas berhasil mengantarkan klub berjuluk I Lariani tersebut mengamankan tiket ke pentas Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Kesuksesan pria berusia 39 tahun itu memicu ketertarikan dari sejumlah klub besar di luar Italia, termasuk Chelsea dan Real Madrid. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, klub raksasa asal Spanyol tersebut dikabarkan tengah mempertimbangkan sosok juru taktik baru untuk mengarungi musim mendatang.
Dalam sebuah sesi wawancara bersama El Partidazo de COPE, mantan gelandang tim nasional Spanyol tersebut memberikan tanggapan mengenai rumor keterkaitannya dengan bangku kepelatihan Los Blancos. Fabregas menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah peran sebagai pelatih kepala.
"Halangan bagi saya bukanlah melatih Real Madrid, tetapi bekerja sebagai asisten pelatih. Saya selalu ingin menjadi pelatih kepala," kata Fabregas.
Pernyataan ini menarik perhatian publik mengingat latar belakang Fabregas yang merupakan lulusan akademi Barcelona dan berdarah Catalan. Rivalitas historis dan politik antara Barcelona dan Real Madrid selama ini menjadi batasan yang jarang ditembus oleh sosok yang memiliki keterikatan kuat dengan salah satu klub.
Meskipun membuka diri terhadap peluang di Madrid, Fabregas memberikan penegasan mengenai komitmennya saat ini. Ia menyatakan tidak ingin terburu-buru untuk meninggalkan posisinya di Como dalam waktu dekat.
Keputusan untuk pindah dari Italia di masa depan juga akan menjadi langkah besar bagi Fabregas. Selain menjabat sebagai pelatih, mantan pemain Arsenal tersebut diketahui memiliki kepemilikan saham di klub Como.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·