Pelatih Como, Cesc Fabregas, merespons keras pernyataan Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti, mengenai gelandang mudanya, Nico Paz. Fabregas menegaskan bahwa pemain berusia 21 tahun tersebut saat ini hanya memiliki dua pilihan untuk masa depannya.
Seperti dilansir dari Detik Sport, situasi ini bermula ketika Zanetti secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap Nico Paz di tengah rumor ketertarikan Inter Milan. Legenda Argentina itu juga menyebut proses perekrutan Paz akan berjalan rumit karena melibatkan Como dan Real Madrid.
Saat ini, Como memegang 50 persen hak atas Nico Paz, sementara Real Madrid memiliki klausul untuk membeli kembali sang pemain. Klub raksasa Spanyol tersebut dikabarkan mempunyai hak untuk menyamai tawaran yang datang dari klub lain.
Komentar terbuka dari pihak Inter Milan tersebut langsung memicu reaksi dari Fabregas. Juru taktik Como itu meminta manajemen Inter Milan untuk menghormati status Nico Paz sebagai penggawa klub lain.
"Maaf ya. Zanetti itu sosok yang sangat penting di sepakbola, dia tahu dinamikanya juga. Saya kenal baik Ausilio dan Baccin, dan saya tahu mereka yang ambil keputusan. Pada akhirnya, Nico itu memang 50% pemain Como, tapi dia milik kami," ujar Fabregas.
"Satu-satunya klub yang punya kuasa adalah Real Madrid. Saya tahu bahwa Zanetti tidak bekerja untuk Madrid atau Como, jadi harus menunjukkan respek. Juga ada pesan-pesan kecil yang saya tak suka."
"Kalau saya bisa bilang, dan saya tahu ini pasti, Nico Paz tidak akan main untuk Inter, Dia antara kembali ke Real Madrid atau bermain buat Como musim depan."
Nico Paz menunjukkan performa yang menjanjikan sepanjang musim ini bersama Como. Gelandang muda tersebut tercatat berhasil membukukan 13 gol dan delapan asis dari total 40 penampilannya di seluruh kompetisi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·