Charlotte FC harus menerima kekalahan tipis 1-2 dari Nashville SC dalam pertandingan kandang yang berlangsung di Bank of America Stadium pada Sabtu (11/4/2026) malam. Tim tuan rumah gagal mempertahankan performa terbaiknya setelah kebobolan gol cepat di babak pertama.
Meskipun Archie Goodwin berhasil mengkonversi tendangan penalti pada menit ke-90, memperkecil ketertinggalan dan memberikan harapan bagi Charlotte, upaya mereka di menit-menit akhir tidak membuahkan hasil. Sebuah sundulan Rodolfo Aloko dari tendangan sudut melayang melewati mistar gawang di detik-detik akhir pertandingan.
Kekalahan ini membuat Charlotte FC melorot ke posisi kelima di klasemen Wilayah Timur. Mereka kini terpaut satu gol dari New York City FC yang berada di posisi keempat.
Pelatih Charlotte FC, Dean Smith, mengakui bahwa timnya kesulitan di awal pertandingan. Ia menyoroti performa buruk tim dalam 30 menit pertama.
“Kekecewaan karena selama 30 menit pertama, kami tidak pernah benar-benar memberikan perlawanan berarti. (Tagseth) mencetak gol yang luar biasa dari jarak mungkin 30 yard, saya rasa. Mengecewakan kebobolan gol dari jarak sejauh itu,” kata Smith setelah pertandingan.
Smith menambahkan bahwa timnya bermain lebih baik di babak kedua, tetapi tempo permainan baru terasa di 20 menit terakhir. Ia juga menyebut kemungkinan kesalahan taktik yang diterapkan.
“Kami mungkin salah dalam taktik,” ujar Smith. “Kami memiliki beberapa sundulan, beberapa peluang, tetapi mungkin tidak cukup berkualitas di dalam kotak penalti. Saya pikir ketika kami bermain dengan tempo lebih tinggi dalam 25-30 menit terakhir, kami tampil lebih baik.”
Nashville SC tidak menyia-nyiakan waktu untuk unggul lebih dulu. Eddi Tagseth mencetak gol MLS pertamanya pada menit ke-14 dengan tembakan jarak 30 yard ke sudut kiri gawang. Gol ini langsung membuat 26.012 penonton Charlotte terdiam.
Nashville kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-62 melalui gol kedua Patrick Yazbek musim ini. Tembakan Yazbek dari luar kotak penalti sempat membentur pemain Charlotte, Tim Ream, sebelum melewati kiper Kristijan Kahlina. Situasi ini meningkatkan tekanan pada Charlotte untuk segera menemukan ritme menyerang.
Absensi Wilfried Zaha yang sedang menjalani skorsing satu pertandingan setelah mengoleksi kartu kuning kelima juga dinilai memengaruhi kemampuan tim dalam menciptakan peluang. Charlotte kesulitan menghasilkan tembakan ke gawang tanpa kehadiran pemain kunci tersebut.
Meski sempat tertinggal dua gol, perjuangan Charlotte di menit akhir menunjukkan semangat juang tim. Ini terjadi meskipun Nashville bermain dengan banyak pemain cadangan di tengah jadwal padat lima pertandingan dalam 14 hari.
Selanjutnya, skuad asuhan Smith akan menghadapi tim lokal Charlotte Independence dalam pertandingan U.S. Open Cup pada Rabu (15/4/2026) malam. Setelah itu, mereka akan kembali beraksi di MLS melawan New York City FC pada Sabtu (18/4/2026) yang akan disiarkan di Apple TV.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·