Manajemen Chelsea dikabarkan bersedia melepas Alejandro Garnacho pada bursa transfer musim panas mendatang setelah sang pemain gagal menunjukkan performa impresif di Stamford Bridge. Kabar tersebut muncul pada Jumat, 17 April 2026, menyusul minimnya menit bermain pemain timnas Argentina itu di bawah arahan manajer baru Liam Rosenior.
Garnacho yang didatangkan dari Manchester United senilai 40 juta paun pada September tahun lalu kesulitan menembus posisi inti di sektor sayap kiri. Dilansir dari The Sun dan Goal.com, ia hanya mencatatkan 21 kali starter dari total 51 penampilan di semua kompetisi musim ini dengan torehan delapan gol.
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, disebut memiliki keraguan taktis terhadap pemain berusia 21 tahun tersebut sejak mengambil alih kepemimpinan tim pada 6 Januari 2026. Rosenior tercatat hanya memberikan empat kali kesempatan bermain sejak awal laga di Liga Inggris bagi sang pemain sayap.
"Dia memiliki kemampuan dan potensi yang sangat besar. Bagi pemain muda mana pun, tantangan terbesarnya adalah konsistensi. Namun, dia telah menunjukkan tanda-tanda yang sangat baik. Tidak hanya dalam latihan, tetapi juga dalam pertemuan, bahwa dia berada di jalur yang sangat baik." ujar Rosenior, Manajer Chelsea.
Meskipun memberikan pujian secara publik, laporan internal mengindikasikan masa depan Garnacho kian terancam karena kalah bersaing dengan Pedro Neto. Catatan statistik menunjukkan bahwa setengah dari delapan gol yang dikoleksinya musim ini lahir saat melawan tim dari divisi bawah di kompetisi piala domestik.
Garnacho merefleksikan periode sulitnya di akhir masa bakti bersama Manchester United yang berujung pada kepindahannya ke London Barat. Ia mengakui sempat mengalami penurunan performa akibat perubahan mentalitas dan situasi di bangku cadangan.
"Saya ingat, dalam enam bulan terakhir, saya tidak bermain seperti sebelumnya di Manchester United. Saya mulai duduk di bangku cadangan. Itu bukan hal yang terlalu buruk—saya baru berusia 20 tahun—tapi dalam pikiran saya, seolah-olah saya harus bermain di setiap pertandingan. Mungkin itu juga kesalahan saya. Saya mulai melakukan beberapa hal yang kurang baik. Tapi itu hanyalah sebuah fase dalam hidup dan terkadang Anda harus mengambil keputusan. Saya sangat bangga berada [di Chelsea] dan masih bermain di Premier League di klub seperti ini. Mengenai United, saya tidak memiliki hal buruk untuk dikatakan tentang klub, siapa pun di klub, atau rekan setim saya. Itu hanyalah sebuah fase yang berubah dan hidup terus berjalan. Saya tidak menyesal." kata Garnacho, Pemain Chelsea.
Di sisi lain, Chelsea juga sedang memantau kondisi skuadnya menjelang rencana perampingan untuk musim 2026-2027. Selain faktor teknis, aktivitas media sosial Garnacho yang menghapus konten berbau Chelsea di TikTok turut memicu spekulasi kepindahannya di akhir musim nanti.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·