China dan Mesir peringati 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara

Sedang Trending 38 menit yang lalu

Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping pada Sabtu (30/5) bertukar ucapan selamat dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi atas peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.

Xi mengatakan Mesir merupakan negara Arab dan Afrika pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat China.

Selama 70 tahun terakhir, terlepas dari dinamika internasional dan regional yang terus berubah, kedua negara selalu saling menghormati, memperlakukan satu sama lain secara setara, saling menaruh kepercayaan, dan saling membantu saat dibutuhkan, kata Xi.

Dia mengatakan hubungan China-Mesir telah menjadi teladan bagi persahabatan, solidaritas, dan kerja sama di antara negara-negara berkembang, serta menjadi acuan bagi kerja sama kolektif antara China dan negara-negara Arab serta antara China dan Afrika, sehingga dapat terus melangkah dengan mantap menuju pembangunan komunitas China-Mesir dengan masa depan bersama di era baru.

Sebagai dua peradaban kuno dan anggota penting dari Global South, China dan Mesir harus memetik kearifan dan kekuatan dari sejarah, berupaya memenuhi misi historis dalam mewujudkan perdamaian, pembangunan, kerja sama, dan penegakan keadilan, demi menyuntikkan dorongan kuat dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, ujar Xi.

Xi mengungkapkan dirinya sangat mementingkan perkembangan hubungan China-Mesir dan siap bekerja sama dengan Sisi untuk menjadikan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik ini sebagai titik awal baru meneruskan persahabatan tradisional.

Selain itu, memperkuat pertukaran dan kerja sama di berbagai bidang, serta mendorong pertumbuhan hubungan China-Mesir yang ditandai dengan panduan strategis yang lebih kuat, sinergi pembangunan yang lebih erat, dan pengaruh internasional yang lebih luas, sehingga dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi kedua bangsa serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dan pembangunan di kawasan maupun dunia.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.