NYT: Trump pertanyakan kelayakan Vance untuk jadi penerusnya

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Moskow (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump meragukan kelayakan Wakil Presiden JD Vance sebagai penerusnya, The New York Times (NYT) melaporkan pada Sabtu (30/5), mengutip sumber yang mengetahui hal itu.

Menurut laporan tersebut, Trump secara rutin meminta pendapat baik mengenai Vance maupun Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Pada awal Mei, Trump bahkan menanyakan kepada sejumlah tamu dalam sebuah acara tentang siapa yang lebih layak menjadi kandidat presiden.

Namun, surat kabar tersebut menyebut Trump telah menunjukkan bahwa dirinya tidak mendukung keduanya.

NYT melaporkan bahwa ketika melakukan jajak pendapat pribadi mengenai Vance dan Rubio, Trump kerap membandingkan kinerja Vance dengan pencapaiannya sendiri.

Trump juga berulang kali mengatakan kepada para pendukungnya bahwa Vance tidak pernah memenangkan pemilihan yang kompetitif tanpa bantuannya.

Ia juga menyinggung jumlah hari libur yang diambil Vance selama menjabat sebagai wakil presiden.

Sementara itu, Trump sendiri disebut jarang mengambil liburan.

Menurut laporan NYT, Trump juga menyoroti sejumlah momen ketika Vance dinilai bertindak kurang sesuai dengan posisinya.

Presiden AS itu disebut pernah mengungkit insiden musim semi tahun lalu ketika Vance menjatuhkan trofi kejuaraan sepak bola negara bagian Ohio di halaman selatan Gedung Putih.

Dalam berbagai pertemuan, Vance juga disebut kerap menggeser-geser layar ponselnya dan menggunakan media sosial untuk berdebat dengan para pengkritiknya.

Laporan itu menyebut Trump memang aktif mengunggah pesan di Truth Social, tetapi tidak menghabiskan waktu untuk menanggapi pengguna lain di media sosial.

Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles baru-baru ini bahkan menyarankan Vance untuk beristirahat dari media sosial karena menilai perdebatan semacam itu tidak pantas bagi jabatannya, menurut sumber yang dikutip NYT.

Meski demikian, orang-orang dekat Trump dan Vance masih meyakini bahwa wakil presiden tersebut merupakan sosok yang paling tepat untuk menjadi penerus Trump, tulis surat kabar itu.

Partai Republik harus menentukan calon presiden baru sebelum pemilihan presiden November 2028 karena Trump tidak bisa mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga berdasarkan Konstitusi AS.

Trump sebelumnya mengatakan Partai Republik memiliki sejumlah calon potensial untuk menggantikannya, termasuk JD Vance, Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti​​​​​​​

Baca juga: Vance: Konflik dengan Iran tak akan jadi 'perang abadi'

Baca juga: Wapres Vance sambut baik ensiklik Paus Leo XIV soal risiko AI

Baca juga: JD Vance masih yakin AS seharusnya berhenti danai konflik di Ukraina

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.