Astronaut NASA Christina Koch membagikan kisah perjalanan kariernya menjelang keterlibatannya dalam misi Artemis II ke Bulan pada Rabu, 15 April 2026. Koch menekankan pentingnya dukungan lingkungan pendidikan sejak dini dalam mewujudkan ambisinya sebagai penjelajah antariksa.
Dalam wawancara dengan El País, Koch mengungkapkan bahwa aspirasi menjadi astronaut sudah ia sampaikan secara terbuka sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Ia menegaskan tidak pernah mendapatkan penolakan atau keraguan dari para pendidiknya meskipun target tersebut tergolong sangat ambisius.
"Saya merasa beruntung ketika saya memberi tahu guru TK saya, mereka mendukung saya," kata Christina Koch, Astronaut NASA sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Koch menambahkan bahwa tidak ada satu pun pihak yang menyebut mimpinya mustahil untuk dicapai.
Pencapaian Koch dalam dunia kedirgantaraan mencakup rekor durasi terlama bagi perempuan di luar angkasa selama 328 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kini, ia bersiap mencetak sejarah baru sebagai perempuan pertama yang terbang mengelilingi Bulan melalui program Artemis II.
Motivasi Koch juga bersumber dari sejumlah tokoh perintis seperti Sally Ride dan Mae Jemison, serta keteladanan dari anggota keluarganya sendiri. Ia mengaku sempat enggan menonjolkan diri, namun menyadari bahwa kisahnya memiliki nilai penting bagi inspirasi generasi muda, khususnya anak perempuan.
Koch menyarankan para pemuda untuk berani menghadapi rasa takut demi perkembangan diri dan selalu mengikuti minat yang mereka miliki. Fokus utama saat ini tertuju pada persiapan teknis pesawat Orion yang akan membawa Koch dalam misi bersejarah tersebut.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·