CISDI Tekankan Pentingnya Kolaborasi Swasta dalam Layanan Kesehatan Primer

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dan masyarakat sipil dalam memperkuat layanan kesehatan primer global pada diskusi panel World Health Assembly (WHA) 2026 di Jenewa, Swiss, Rabu (20/5/2026).

Sistem kesehatan dunia yang terus berkembang dinilai tidak bisa lagi hanya bergantung pada pemerintah, seperti dilansir dari Money. Langkah penataan ulang arsitektur kesehatan ini diperlukan agar kebijakan internasional lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.

Pendiri dan CEO CISDI, Diah Satyani Saminarsih, menjelaskan bahwa layanan kesehatan primer yang menjadi fondasi utama saat ini masih menghadapi keterbatasan investasi serta dukungan kapasitas.

"Yang dibutuhkan saat ini adalah cara baru membangun kemitraan kesehatan yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat," ujar Diah Satyani Saminarsih, Pendiri dan CEO CISDI.

Diah menambahkan perlunya penyesuaian strategi dengan kondisi di tingkat daerah agar program yang berjalan dapat bertahan dalam jangka panjang.

"Solusi yang dibangun juga perlu menyesuaikan konteks lokal agar sistem kesehatan bisa lebih berkelanjutan dan benar-benar menjawab kebutuhan komunitas," lanjut Diah Satyani Saminarsih, Pendiri dan CEO CISDI.

Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said, ikut menyoroti keterbatasan kemampuan satu sektor saja dalam menjawab tantangan kesehatan global yang kompleks.

"Universitas berperan penting sebagai penghubung antara realitas lokal dan pengetahuan global, agar solusi yang dibangun benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat," kata Sudirman Said, Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN).

Perwakilan WHO, Kumanan Rasanathan, turut memberikan pandangannya mengenai fungsi dari arsitektur kesehatan dunia yang berkaitan erat dengan penyediaan barang publik global bagi sebagian besar negara.

"Kami bertanya, apa yang seharusnya menjadi fungsi dari arsitektur kesehatan global? Bagi sebagian besar negara, ini berkaitan dengan barang publik global," kata Kumanan Rasanathan, Perwakilan WHO.

Rasanathan menegaskan kembali komitmen bersama yang harus dipenuhi oleh seluruh pihak demi mewujudkan sistem kesehatan yang lebih baik.

"Sudah saatnya kita menepati janji untuk bekerja sama dan berkolaborasi demi kesehatan global yang lebih baik," lanjut Kumanan Rasanathan, Perwakilan WHO.

Sementara itu, David Duong dari Harvard Medical School and Brigham & Women’s Hospital menyoroti penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap sistem layanan kesehatan saat ini.

"Kami telah menyaksikan begitu banyak laporan tentang kepercayaan terhadap sistem layanan kesehatan yang menurun secara signifikan," ujar David Duong, Perwakilan Harvard Medical School and Brigham & Women’s Hospital.

Untuk mengatasi kesenjangan struktural di Indonesia, CISDI memperkenalkan Primary Healthcare Impact Lab (PHIL) yang dikembangkan bersama UHN, PT Tamaris Hidro, dan Harvard Medical School di Tegal, Jawa Tengah.

"Kami bergabung dengan PHIL tidak sekadar untuk memberikan dukungan simbolis, tetapi berinvestasi pada kemitraan yang kami yakini mampu menjawab kesenjangan struktural," ucap Mohammad Syahrial, Presiden Direktur PT Tamaris Hidro.