Claudio Ranieri Siap Tukangi Timnas Italia Gantikan Gennaro Gattuso

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kekosongan kursi pelatih Timnas Italia pasca pengunduran diri Gennaro Gattuso mulai menemui titik terang. Sosok pelatih veteran, Claudio Ranieri, kini secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk membantu Gli Azzurri keluar dari masa sulit.

Dilansir dari Detik Sport, posisi pelatih kepala Italia saat ini sedang lowong menyusul kegagalan total tim nasional tersebut melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Mundurnya Gattuso menjadi puncak dari kekecewaan publik sepak bola di Negeri Pizza tersebut.

Situasi sepak bola Italia memang tengah berada dalam bayang-bayang kelam yang panjang. Timnas Italia tercatat sudah tiga kali berturut-turut gagal menembus kualifikasi Piala Dunia, sebuah catatan yang sangat kontras dengan sejarah besar mereka sebagai pemilik empat gelar juara dunia.

Meskipun nama Antonio Conte sempat menguat sebagai kandidat utama untuk kembali memimpin Italia dalam sebulan terakhir, pernyataan terbaru Ranieri memberikan opsi baru bagi federasi. Mantan manajer yang membawa Leicester City menjuarai Premier League ini mengaku tidak keberatan mengambil tanggung jawab tersebut.

Ranieri mengungkapkan alasan mengapa dirinya sempat menolak tawaran dari tim nasional di masa lalu. Penolakan tersebut terjadi saat ia masih menjabat sebagai direktur di AS Roma, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk membagi fokus pada dua jabatan berbeda secara bersamaan.

"Saya menolak tawaran dari Italia sebelumnya karena sudah memiliki pekerjaan di Roma dan tidak bisa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus," kata Ranieri kepada Sky Sport Italia.

Kini situasi telah berubah bagi pelatih berusia 74 tahun tersebut. Statusnya yang sedang tidak terikat kontrak dengan klub manapun membuat peluang untuk melatih tim nasional menjadi sangat terbuka lebar.

"Saat ini, saya sedang bebas, jadi jika ada yang menelepon, kenapa tidak? Jangan pernah mengatakan tidak mungkin," sambungnya.

Hasrat Ranieri untuk berkontribusi bagi negaranya sangat besar, bahkan ia bersedia mengisi peran apa pun yang dibutuhkan oleh tim nasional. Ia tidak hanya terpaku pada posisi pelatih kepala, tetapi juga membuka diri untuk menjabat sebagai direktur tim.

Sikap ini menunjukkan perubahan pandangan yang drastis, mengingat Ranieri sebelumnya sempat menyatakan pensiun dari dunia kepelatihan sebanyak dua kali. Namun, panggilan tugas negara tampaknya meluluhkan komitmen pensiun tersebut.

"Entahlah, kalau dipanggil oleh negara, ya, ya, itu saja," ujar pria yang pernah sukses menukangi berbagai klub besar Eropa tersebut menegaskan keseriusannya.