Cleveland Cavaliers berhasil mengakhiri puasa delapan tahun dengan melaju ke Final Wilayah Timur setelah menumbangkan Detroit Pistons dalam laga penentu Game 7. Keberhasilan tim asuhan Donovan Mitchell ini sekaligus membawa James Harden melewati putaran kedua playoff untuk pertama kalinya sejak tahun 2018.
Dilansir dari foxsports.com.au pada Selasa, 19 Mei 2026, pebasket berusia 36 tahun tersebut mencatatkan performa minim dengan sembilan poin, lima rebound, dan enam asis dari 2-per-10 tembakan dalam laga penentu. Kendati demikian, Cleveland Cavaliers tetap mampu menundukkan perlawanan Pistons yang merupakan tim unggulan pertama dalam seri tujuh pertandingan yang sengit.
Mantan pemain veteran NBA Al Harrington menilai bahwa beban berat kini tengah berada di pundak Harden seiring meningkatnya tensi pertandingan di fase playoff ini.
"If anyone needs this, him. Out of all the players I think that we mentioned, he’s had a storeyed career, Hall of Famer, but just hasn’t been able to really step up in those big moments," kata Al Harrington, mantan veteran NBA.
Harrington menambahkan bahwa sang pemain bintang dituntut untuk memberikan kontribusi masif demi membawa timnya melangkah jauh pada fase berikutnya.
"He has to be special. He has to step up and play at a high level in order for them to get to this next round," ujar Al Harrington.
Analis NBA Zach Lowe turut menyoroti situasi kontrak sang pemain dalam siniar Bill Simmons dengan mengindikasikan adanya kesepakatan internal yang sudah terjalin sebelumnya.
"I’m sure there was an understanding between James Harden and the Cleveland Cavaliers about what would come next," kata Zach Lowe, analis NBA.
Lowe menilai performa minor Harden di laga penentu ini berpotensi memicu diskusi mendalam di internal manajemen Cleveland Cavaliers mengenai proyeksi jangka panjang tim.
"But if they had just flamed out in this series, and by the way, he was two of ten today, it’s not like he covered himself in glory in this game," ujar Zach Lowe.
Di sisi lain, jurnalis senior NBA Brian Windhorst meyakini bahwa manajemen klub dan pihak sang pemain memiliki visi yang sama untuk melanjutkan kerja sama pasca-musim ini.
"James Harden’s gonna be a Cav. They’re gonna give him a new contract," kata Brian Windhorst, pengamat internal NBA.
Windhorst menekankan bahwa kedatangan Harden lewat skema pertukaran besar yang melibatkan Darius Garland memang diproyeksikan untuk target jangka menengah klub.
"They made this deal for basically the next season and a half to two years. The 2026 playoffs were a big part of why they made that deal," ujar Brian Windhorst.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·