Kabupaten Bogor (ANTARA) - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, Jumat, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan puluhan warga terdampak banjir serta kerusakan rumah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani di Binong, mengatakan kejadian terjadi hampir bersamaan di beberapa titik sejak siang hingga sore hari.
“Angin kencang dan hujan deras menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi, termasuk di Jalan Tegar Beriman yang mengakibatkan satu korban jiwa,” ujar Adam.
Korban diketahui bernama Sugiharto Sukoco (41), warga Kecamatan Kemang, yang tertimpa pohon palem saat melintas di Jalan Tegar Beriman sekitar pukul 14.55 WIB. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: BPBD Bogor: Pengendara meninggal tertimpa pohon di Jalan Tegar Beriman
Selain itu, kejadian pohon tumbang juga dilaporkan di sejumlah titik lain seperti Komplek Pemda Cibinong, Kampung Curug, hingga area parkir Stadion Pakansari. Di lokasi tersebut, tidak terdapat korban jiwa dan akses yang sempat terganggu telah kembali normal setelah dilakukan evakuasi oleh petugas.
Di Kecamatan Bojonggede, hujan deras memicu banjir di Kampung Pondok Manggis, Desa Bojong Baru, yang merendam 10 rumah milik 10 kepala keluarga atau 38 jiwa dengan ketinggian air mencapai sekitar 120 centimeter.
“Banjir terjadi akibat luapan kali baru yang mengalami penyempitan, sehingga air meluap ke permukiman warga,” kata Adam.
Sementara itu, di Kecamatan Gunungputri, angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada tiga unit rumah di Desa Bojongkulur. Total terdapat empat kepala keluarga atau 10 jiwa terdampak akibat kerusakan bagian atap rumah.
Baca juga: KAI Berikan Jaminan Pendidikan bagi Anak dari Korban Meninggal di Bekasi Timur
Satu keluarga yang terdiri dari tujuh jiwa terpaksa mengungsi sementara ke tempat kerjanya yang berada di lokasi yang sama karena kondisi rumah tidak layak huni.
BPBD mencatat kebutuhan mendesak di lokasi tersebut berupa logistik tanggap darurat dan terpal untuk penanganan sementara rumah warga yang rusak.
Adam menambahkan, secara umum tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian di Gunung Putri, namun diperlukan penanganan lanjutan untuk perbaikan rumah warga.
Petugas Tim Reaksi Cepat BPBD bersama dinas terkait dan masyarakat telah melakukan penanganan darurat di seluruh lokasi, termasuk evakuasi pohon tumbang dan asesmen dampak.
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, terutama yang dapat memicu pohon tumbang, banjir, dan kerusakan bangunan.
“Warga diharapkan tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat,” katanya.
Baca juga: Terbaru, KAI catat Korban meninggal insiden Bekasi Timur jadi 16 orang
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·