Sekolah kedinasan tetap menjadi magnet bagi lulusan SMA sederajat karena menawarkan jalur pendidikan gratis dan kepastian karier. Lulusan instansi ini memiliki peluang besar untuk langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah masa studi berakhir.
Dilansir dari Bansos, proses seleksi sekolah kedinasan pada 2026 diprediksi akan tetap kompetitif. Meskipun seleksi dikenal ketat dengan adanya Tes Kompetensi Dasar (SKD), tidak semua sekolah kedinasan mewajibkan tes fisik yang berat bagi para pendaftarnya.
Bagi calon peserta yang mencari tahapan kebugaran lebih ringan, terdapat beberapa pilihan instansi yang tidak menuntut ketahanan fisik ekstra panjang. Politeknik Statistika STIS dan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) menjadi dua opsi utama.
Politeknik Statistika STIS dikenal sebagai sekolah kedinasan dengan fokus pada data dan statistik yang memiliki tahapan tes fisik relatif sederhana. Tes kebugaran di institusi ini umumnya hanya menggunakan metode Harvard Step Test.
Seleksi masuk STIS melibatkan beberapa tahapan mulai dari administrasi hingga tes kesehatan. Peserta wajib melewati Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), psikotes, wawancara, serta ujian matematika sebagai bagian dari seleksi lanjutan.
Persyaratan masuk STIS mencakup kesehatan jasmani dan rohani yang baik serta bebas dari narkoba. Calon mahasiswa diperbolehkan menggunakan kacamata dengan batasan tertentu, namun tidak diperkenankan buta warna total maupun parsial.
Nilai Matematika dan Bahasa Inggris minimal 80 menjadi syarat penting bagi siswa kelas 12 atau lulusan SMA/MA/SMK. Batas usia pendaftar adalah minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun saat melakukan pendaftaran.
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
Selain STIS, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) juga menawarkan tes fisik yang tidak terlalu membebani peserta. Tes kebugaran di STMKG biasanya berupa Cooper Test atau lari sejauh 2,4 kilometer.
Tahapan seleksi STMKG dimulai dari verifikasi administrasi hingga Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Setelah itu, peserta akan menjalani tes kesehatan, tes kebugaran sederhana, dan diakhiri dengan sesi wawancara.
Syarat fisik untuk STMKG mencakup tinggi badan minimal 155 cm bagi pria dan 150 cm bagi wanita. Calon peserta harus berkewarganegaraan Indonesia, belum menikah, dan berusia antara 15 hingga 23 tahun.
Memahami Perbedaan Tes Kesehatan dan Kebugaran
Calon peserta sering kali keliru dalam membedakan antara pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran. Tes kesehatan lebih fokus pada pemeriksaan klinis seperti riwayat penyakit, kondisi mata, serta pengukuran berat dan tinggi badan.
Sebaliknya, tes kebugaran menitikberatkan pada aktivitas fisik untuk mengukur ketahanan tubuh. Kegiatan yang umum dilakukan dalam tes ini meliputi push-up, sit-up, pull-up, shuttle run, hingga lari dalam durasi atau jarak tertentu.
Pendaftaran sekolah kedinasan 2026 diperkirakan akan dibuka melalui portal resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada akhir Mei atau awal Juni. Persiapan dini sangat disarankan, terutama dalam penguasaan materi SKD dan menjaga stabilitas kesehatan tubuh.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·