Kutai Timur Luncurkan Beasiswa untuk 1.000 Penghafal Al&Quran

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi meluncurkan program beasiswa yang ditujukan bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran di Sangatta pada Ahad (10/5). Langkah strategis ini bertujuan untuk membentuk generasi yang memiliki akhlak mulia serta mampu menerapkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana dilansir dari Cahaya.

Program ini menjadi salah satu dari 50 agenda unggulan yang dicanangkan oleh pemerintah daerah setempat. Inisiatif tersebut mencakup dukungan pendidikan bagi santri di berbagai tingkatan, baik di lembaga pendidikan negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kutai Timur.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap penguatan pendidikan karakter berbasis religi.

"Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen dalam mendukung lahirnya generasi qurani melalui program pendidikan yang saat ini dilaksanakan di berbagai jenjang pendidikan baik sekolah negeri maupun swasta," ujar Ardiansyah.

Pemberian beasiswa ini diharapkan dapat memotivasi para penghafal Al-Quran agar tidak sekadar menghafal, tetapi juga mendalami makna dan hukum-hukum Allah sebagai pedoman hidup mereka.

"Beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap generasi muda yang mencintai dan menjaga Al-Quran. Sedangkan untuk mekanisme dan teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan," jelas Ardiansyah.

Sebelum pengumuman program beasiswa tersebut, Ardiansyah Sulaiman juga menghadiri seremoni Khatmul Quran di SD Islam Terpadu Daarussalam Sangatta. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong agar sekolah-sekolah negeri turut mengadopsi kegiatan serupa sebagai apresiasi atas kemampuan literasi religi siswa.

"Sekolah yang menggelar kegiatan keagamaan seperti khataman, merupakan bentuk dukungan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam pendidikan agama," ujarnya.

Acara khataman di sekolah tersebut melibatkan 220 santri dari kelas II hingga kelas VI yang telah menunjukkan penguasaan materi yang signifikan. Para peserta didik tersebut telah menyelesaikan hafalan hingga juz 1-16, juz 29, dan juz 30, serta mampu mendemonstrasikan kemampuan penerjemahan ayat dalam sesi ujian kandungan Al-Quran.