Daging Kurban Jangan Langsung Masuk Kulkas, Ikuti 5 Tips Menanganinya

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Jakarta -

Setelah menerima daging kurban, sebaiknya jangan langsung disimpan. Agar daging lebih awet dan tak mudah bau, ikuti beberapa tips penanganan berikut.

Momen Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah melimpah. Daging sapi maupun kambing biasanya langsung diolah menjadi sate, gulai, rendang, atau tongseng untuk dinikmati bersama keluarga.

Namun, tanpa penanganan yang tepat, daging kurban bisa cepat rusak, berbau prengus, hingga memiliki tekstur alot saat dimasak. Masih banyak orang yang melakukan kesalahan setelah menerima daging kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun kesannya sederhana, tetapi ada beberapa hal yang wajib diperhatikan setelah menerima daging kurban. Bahkan dari cara menyimpannya saja ada caranya tersendiri.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 tips menangani daging kurban:

Warga menyembelih hewan kurban saat Idul Adha 1446 H di kawasan Kebon Melati, Jakarta, Jumat (6/6/2025). Hewan kurban kambing, sapi hingga kerbau disembelih usai umat muslim melaksanakan Salat Hari Raya Idul Adha 1446 H.Daging kurban yang baru saja diterima, sebaiknya dicuci sebelum disimpan. Foto: Grandyos Zafna

1. Bersihkan Daging

Daging kurban sebaiknya tetap dicuci sebelum dimasak untuk membantu membersihkan sisa darah, serpihan tulang, debu, atau kotoran yang mungkin menempel selama proses pemotongan dan distribusi. Namun, proses pencucian perlu dilakukan dengan benar agar tidak menyebabkan kontaminasi silang di area dapur.

Chef Degan Septoadji dan Chef Stefu Santoso setuju bahwa daging kurban perlu dicuci sebelum disimpan. Gunakan air mengalir secukupnya dan hindari percikan berlebihan ke meja, wastafel, atau peralatan masak lain.

Setelah dicuci, daging sebaiknya langsung ditiriskan hingga tidak terlalu basah sebelum disimpan atau dimasak. Sebab kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat kualitas daging lebih cepat menurun.

2. Simpan dalam Freezer

Daging yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang lebih mudah terkontaminasi mikroba dan mengalami penurunan kualitas. Sehingga banyak ahli pangan menyarankan daging segera dipotong sesuai porsi lalu dimasukkan ke freezer agar lebih awet.

Suhu penyimpanan juga memengaruhi daya tahan durasi penyimpanan bahan makanan termasuk untuk menyimpan daging kurban. Kulkas bagian bawah atau non-freezer rata-rata memiliki suhu maksimal 4°C. Pada suhu ini daging hanya bertahan 2-3 hari saja pada kesegaran maksimalnya.

Sementara freezer memiliki suhu kurang dari -18°C atau lebih rendah dari titik beku. Ketika daging disimpan pada freezer dengan suhu stabil dan tidak sering dibuka, maka daging kurban akan bertahan untuk disimpan hingga 1-2 bulan.

3. Gunakan Bumbu Marinasi

Salah satu tantangan mengolah daging kambing atau sapi kurban adalah aroma prengus yang cukup kuat. Untuk mengatasinya, banyak orang menggunakan bahan alami seperti jahe, nanas, atau pepaya muda sebagai bahan marinasi.

Jahe dikenal mampu membantu menyamarkan bau amis sekaligus memberi aroma hangat pada daging. Sementara pepaya muda mengandung enzim papain yang membantu memecah serat daging agar lebih empuk.

Daging dapat dilumuri parutan jahe atau dibungkus daun pepaya selama sekitar 15-30 menit sebelum dimasak. Waktu marinasi tidak boleh terlalu lama karena enzim alami pada pepaya bisa membuat tekstur daging terlalu lembek. Perlu diingat, bahwa daging yang akan dimasak saja yang boleh dimarinasi.

Ini 5 Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar, Jangan Sampai Salah!Setiap bagian potongan daging kurban sebaiknya dipisahkan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Halfpoint

4. Pisahkan Setiap Bagian

Saat menerima daging kurban, banyak orang langsung mencampur semua bagian ke dalam satu kantong. Padahal, cara ini kurang ideal untuk penyimpanan jangka panjang.

Daging, tulang, dan jeroan memiliki karakteristik berbeda sehingga sebaiknya dipisahkan sejak awal agar kualitas masing-masing tetap terjaga. Jeroan termasuk bagian yang lebih cepat rusak dan memiliki aroma lebih tajam dibandingkan daging biasa.

Daging juga sebaiknya dipisahkan dalam porsi kecil di dalam kantung atau wadah yang berbeda-beda. Tujuannya agar ketika akan digunakan hanya secukupnya daging atau bagian potongan yang dicairkan saja dan tidak merusak sisa potongan yang lainnya.

5. Cairkan Daging Secukupnya

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mencairkan daging beku di suhu ruang terlalu lama. Cara ini memang cepat, tetapi berisiko membuat bakteri berkembang pada permukaan daging yang mulai hangat sementara bagian dalamnya masih beku.

Metode yang paling dianjurkan adalah memindahkan daging dari freezer ke chiller semalaman sebelum dimasak. Cara ini membantu menjaga tekstur daging tetap baik sekaligus mempertahankan rasa alaminya.

Jika ingin lebih cepat, daging bisa direndam dalam air dingin dengan kondisi masih terbungkus rapat agar tidak terpapar langsung air. Proses beku-cair berulang dapat merusak tekstur dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Simak Video "Kenali Daging Kurban yang Aman Dikonsumsi"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)