Dana hibah program M4CR untuk kembangkan ekowisata mangrove Penajam

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Dana hibah pemerintah pusat melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) sekitar Rp140 juta untuk menguatkan pengembangan kawasan Ekowisata Mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Program M4CR menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove (bakau) sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan," ujar Provincial Project Implementation Unit Manajer M4CR Kaltim Asman Aziz di Penajam, Sabtu.

Baca juga: Kemenhut kerja sama kembangkan ekowisata mangrove Kabupaten Penajam

Program tersebut untuk pengembangan kawasan pesisir sebagai bentuk komitmen bersama menjaga ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.

Program M4CR merupakan kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dengan Bank Dunia yang sebelumnya berada di bawah Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, kini dilaksanakan Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan.

"Diharapkan program M4CR berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Asman Aziz.

Asisten I Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang mengatakan bantuan dana hibah melalui program M4CR menjadi peluang masyarakat memperkuat wisata berbasis lingkungan sekaligus menjaga kelestarian pesisir.

Kawasan mangrove memiliki potensi besar sebagai destinasi atau tujuan wisata alam berkelanjutan, dengan pengelolaan, promosi, dan keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat agar berkembang.

"Bantuan hibah usaha produktif (matching grants) Rp140 juta untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Berseri di kawasan Ekowisata Mangrove, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam," ujarnya.

Baca juga: Komisi VII DPR: Mangrove potensial dikembangkan jadi ekowisata

Baca juga: Merawat mangrove demi terjaganya ekosistem pantai di Bali

Kawasan Ekowisata Mangrove di Kelurahan Kampung Baru didorong agar dapat terus berkembang dan menjadi sarana edukasi atau pendidikan yang memberikan manfaat lebih luas.

Pengelolaan harus transparan dan tepat sasaran agar bantuan dapat berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya aktivitas wisata.

Ekowisata Mangrove Kampung Baru di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, memiliki luas area sekitar 60 hektare, difokuskan sebagai kawasan konservasi serta wisata edukasi dengan fasilitas jembatan titian sepanjang 677,8 meter.

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.