Gelandang Real Madrid Dani Ceballos dituduh menjadi sumber kebocoran informasi internal klub setelah terlibat perselisihan dengan pelatih Alvaro Arbeloa sejak akhir April 2026. Sejumlah rahasia ruang ganti, termasuk detail pertikaian antarpemain, dikabarkan mencuat ke publik akibat tindakan tersebut.
Dilansir dari Detik Sport yang merujuk laporan Estadio Deportivo, Ceballos telah dicoret dari skuad utama meskipun sudah pulih dari cedera betis. Keputusan Arbeloa menepikan pemain Spanyol itu disebut sebagai bentuk hukuman teknis, yang memicu spekulasi kepindahannya pada bursa transfer mendatang.
Kebocoran data tersebut mencakup isu sensitif mengenai perselisihan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni. Informasi yang beredar menyebutkan Valverde sempat memerlukan perawatan di rumah sakit akibat luka pada bagian dahi.
Meskipun demikian, Valverde kemudian memberikan klarifikasi bahwa cedera tersebut bukan disebabkan oleh pemukulan, melainkan karena terbentur meja. Informasi lain yang bocor turut menyinggung hilangnya rasa hormat para pemain kepada taktik Arbeloa di lapangan.
Pelatih Real Madrid tersebut bahkan dilaporkan mendapat ejekan sebagai sosok yang tidak memahami strategi permainan. Di tengah situasi yang memanas, Presiden Real Madrid Florentino Perez memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi internal tim.
"Kami tahu siapa yang menyebarkannya, saya yang akan urus," tegas Perez, Presiden Real Madrid.
Perez menegaskan bahwa dirinya menyadari adanya kebocoran informasi tersebut namun tidak secara terbuka menunjuk nama Dani Ceballos sebagai pelakunya. Ia menekankan bahwa insiden ini merupakan hal baru selama masa jabatannya memimpin klub raksasa Spanyol tersebut.
"Saya sudah 26 tahun bekerja di sini dan tidak ada sebelumnya informasi internal bocor ke publik," tutup Perez, Presiden Real Madrid.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·