Manajer Manchester City Pep Guardiola menginstruksikan skuadnya untuk menunjukkan performa maksimal demi menumbangkan Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris dini hari nanti. Langkah tersebut diambil agar tim tidak terpengaruh oleh isu kepemimpinan wasit yang sedang menjadi sorotan di kompetisi tersebut.
Keputusan wasit belakangan ini memicu perdebatan luas, terutama setelah dianulirnya gol pemain West Ham United Callum Wilson saat berhadapan dengan Arsenal. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, wasit Chris Kavanagh membatalkan gol tersebut setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Guardiola mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah merasakan kerugian akibat keputusan pengadil lapangan pada masa lalu. Ia memberikan contoh pada kekalahan City di final Piala FA edisi 2024 dan 2025, di mana terdapat insiden pelanggaran terhadap Erling Haaland serta pelanggaran kiper lawan yang tidak berujung sanksi tegas.
Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa kualitas permainan adalah satu-satunya aspek yang berada di bawah kendali tim sepenuhnya. Menurutnya, mengeluhkan kinerja wasit atau teknologi bantuan video tidak akan memberikan solusi bagi hasil pertandingan.
"Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah (bermain) lebih baik - itulah yang bisa kami kendalikan," ujar Guardiola, dikutip The Guardian.
Kekalahan pada laga-laga krusial diakuinya menjadi pelajaran berharga bagi manajemen dan pemain di lapangan. Ia memandang bahwa fokus pada perbaikan kualitas individu dan kolektif lebih efektif daripada menyalahkan faktor eksternal.
"Kami kalah di dua final Piala FA karena wasit tidak melakukan tugas mereka sebagaimana mestinya, bahkan VAR. Ketika ini terjadi, itu karena kami harus bermain lebih baik, bukan wasit atau VAR," kata Guardiola.
Eks pelatih Barcelona tersebut juga menyatakan sikap skeptisnya terhadap konsistensi pengambilan keputusan sejak pertama kali berkarier di Inggris. Baginya, ketergantungan pada keputusan teknologi seringkali bersifat tidak terduga.
"Saya tidak pernah mempercayai apa pun sejak saya tiba (di City). Saya selalu belajar bahwa Anda harus bermain lebih baik - berada dalam posisi untuk bermain lebih baik karena (jika tidak), Anda akan menyalahkan diri sendiri atas apa yang harusnya Anda lakukan, karena (VAR) seperti melempar koin," jelas Guardiola.
Kini, prioritas utama Manchester City adalah menjaga konsentrasi untuk menghadapi serangkaian jadwal padat di liga domestik. Guardiola mengingatkan para pemainnya bahwa kehilangan fokus di fase krusial dapat memberikan dampak fatal bagi posisi tim di klasemen.
"Anda harus bermain lebih baik dan lebih baik lagi untuk diri sendiri, dan itu berarti fokus pada Crystal Palace bagi kami," tegas Guardiola.
Setelah melakoni laga kandang tersebut, Manchester City dijadwalkan akan menjalani sejumlah pertandingan tandang yang menantang. Tim akan menghadapi Bournemouth sebelum menutup rangkaian kompetisi di markas Aston Villa.
"Kami bermain di laga ini, lalu bertandang ke Bournemouth dan laga terakhir di Aston Villa. Hal terpenting adalah besok dan kami akan lihat apa yang terjadi di laga selanjutnya. Saya selalu belajar bahwa ketika Anda kehilangan fokus, Anda berada dalam situasi yang berbahaya," terang Guardiola.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·