Daniel Moreno-Gama (20) menjalani persidangan di Pengadilan Tinggi San Francisco pada Rabu (15/4/2026) atas dugaan serangan bom molotov terhadap markas OpenAI dan kediaman CEO Sam Altman. Pria asal Texas ini ditahan setelah tertangkap kamera melakukan aksi vandalisme serta pengancaman terhadap fasilitas teknologi tersebut pekan lalu.
Aksi Moreno-Gama dilaporkan menyasar pintu masuk rumah Sam Altman dan gedung utama OpenAI karena sentimen negatif terhadap teknologi kecerdasan buatan. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, pelaku kini menghadapi serangkaian tuntutan hukum berat dari jaksa wilayah maupun otoritas federal.
Moreno-Gama didakwa atas percobaan pembunuhan, percobaan pembakaran, serta penyalaan alat perusak untuk tujuan pembunuhan. Jaksa federal secara terpisah mendakwanya dengan pasal penghancuran properti menggunakan bahan peledak dan kepemilikan senjata api tanpa izin resmi.
"Tim pembela kami baru saja memulai penyelidikan, dan mulai jelas bahwa tindakan Daniel tampaknya didorong oleh krisis kesehatan mental akut," kata Diamond Solange Ward, Wakil Pembela Umum San Francisco. Ward menegaskan bahwa kliennya mengidap autisme dan insiden tersebut tidak menyebabkan korban luka.
Pihak pembela juga berpendapat bahwa kerusakan hanya terjadi pada bagian gerbang properti sehingga kasus ini seharusnya dipandang sebagai kejahatan terhadap properti. Namun, Jaksa Distrik San Francisco, Brooke Jenkins, menolak mentah-mentah klaim gangguan kesehatan mental yang diajukan tim kuasa hukum.
Jenkins menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti pendukung mengenai kondisi mental pelaku saat melakukan penyerangan. Ia menegaskan hukum akan tetap tegak tanpa melihat status sosial korban, baik itu seorang miliarder, CEO, maupun warga biasa di wilayah San Francisco.
Dalam persidangan terbaru, Moreno-Gama hadir mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dan sempat menjawab pertanyaan hakim secara singkat. Hakim Kenneth Wine menyetujui permintaan tim pengacara untuk menunda proses persidangan demi pendalaman materi pembelaan.
Sidang lanjutan untuk kasus penyerangan ini dijadwalkan akan kembali digelar pada 5 Mei mendatang. Saat ini, pelaku tetap berada dalam tahanan otoritas setempat menunggu proses hukum lebih lanjut terkait sejumlah pasal berlapis yang menjeratnya.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·