Seorang pejabat kepolisian berpakaian sipil mengalami luka di bagian wajah setelah terkena lemparan botol kaca saat mengawal aksi unjuk rasa kelompok anarkis di kawasan San Lorenzo, Roma, pada Sabtu, 18 April 2026. Korban segera mendapatkan perawatan medis di lokasi kejadian segera setelah serangan tersebut terjadi.
Aksi yang diikuti oleh sekitar 200 peserta ini digelar sebagai bentuk dukungan bagi Alfredo Cospito, seorang tahanan yang berada di bawah rezim penjara ketat 41 bis. Selain itu, massa juga memperingati satu bulan kematian Sara Ardizzone dan Alessandro Mercogliano yang tewas dalam ledakan di taman Acquedotti.
Kericuhan pecah ketika massa mulai bergerak menuju distrik Pigneto untuk melakukan long march. Berdasarkan laporan Rainews.it, pawai tersebut awalnya tidak terdaftar secara resmi, namun akhirnya mendapatkan izin dari pihak berwenang setelah melalui proses negosiasi di lokasi.
Ketegangan dalam aksi ini berkaitan erat dengan tenggat waktu hukum yang dihadapi oleh Cospito di pengadilan. Kementerian Kehakiman Italia dijadwalkan akan mengambil keputusan penting sebelum tanggal 4 Mei mendatang.
Keputusan tersebut akan menentukan apakah masa penahanan Cospito di bawah rezim penjara keras tersebut akan diperpanjang atau tidak. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memantau situasi di lapangan untuk mencegah bentrokan susulan antara demonstran dan petugas keamanan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·