Di Balik Kegagalan RI di Piala Thomas: Kenapa 3 Tunggal Main Beruntun?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Fajar Alfian, Ketum PBSI M. Fadil Imran, dan Putri Kusuma Wardani saat acara pelepasan tim Piala Thomas dan Uber 2026 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (15/4). Foto: Katondio Bayumitra Wedya/kumparan

Sejarah kelam telah tercatat. Untuk pertama kalinya, Indonesia terhenti di fase grup Piala Thomas. Setelah 31 kali ikut serta, ini adalah catatan terburuk.

Makin buruk mengingat Indonesia merupakan pemegang gelar juara Piala Thomas terbanyak dengan 14 kali. Empat gelar lebih banyak dari China yang berada di posisi kedua.

Di Horsens, Denmark, Selasa (28/4) malam WIB, Indonesia di luar dugaan hancur lebur dilibas Prancis 1-4. Dari lima partai, hanya Fajar Alfian/Shohibul Fikri yang mampu meraih poin.

Di balik kekalahan itu, terselip pertanyaan, mengapa tiga partai awal dimainkan tunggal putra semua?

Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting saat Tunggal putra Prancis Toma Junior Popov dalam Kejuaraan Dunia BWF 2025 di Adidas Arena, Paris, Prancis, Selasa (26/8/2025). Foto: Bertrand Guay/AFP
instagram embed

Berdasarkan Regulations for Thomas Cup & Uber Cup, susunan pemain Piala Thomas mengikuti format 'tiga tunggal dan dua ganda'. Sebelum pertandingan, setiap tim yang akan bertanding menyerahkan daftar pemain (line-up) kepada panita pertandingan.

Urutan pertandingan biasanya adalah Tunggal 1, Ganda 1, Tunggal 2, Ganda 2, dan Tunggal 3. Akan tetapi, susunan itu masih bisa diubah mempertimbangkan partisipasi pemain di nomor tunggal dan ganda. Susunan tim kemudian difinalisasi berdasarkan peringkat pemain dan strategi.

Nah, dalam susunan line-up, strategi juga dimainkan. Pada laga Indonesia vs Prancis, urutan pertandingan berubah menjadi Tunggal 1, Tunggal 2, Tunggal 3, Ganda 1, dan Ganda 2.

Tunggal putra Prancis Christo Popov usai mengalahkan wakil China Shi Yuqi pada final tunggal putra BWF Badminton World Tour Finals di Gimnasium Pusat Olahraga Olimpiade Hangzhou di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China, pada 21 Desember 2025. Foto: JADE GAO / AFP

Hal itu memungkinkan terjadi karena Prancis menaruh satu pemain untuk bermain di dua nomor sekaligus yakni Christo Popov. Ia diturunkan sebagai Tunggal 1 dan Ganda 2. Sementara, Indonesia menurunkan pemain berbeda di tiap nomornya.

Penetapan line-up tersebut juga mempertimbangkan faktor recovery pemain karena Popov sudah bermain di awal partai, sehingga bisa kembali bermain pada partai akhir.

Strategi Prancis pun jitu. Tiga tunggal mereka mampu memenangi laga. Begitu pula dengan ganda pertama yang turun. Prancis hanya kehilangan kemenangan pada partai terakhir.