BPS melaporkan pertumbuhan lapangan usaha pada kuartal I 2026. Salah satu lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi yaitu sektor akomodasi dan makan minum, atau tumbuh 13,14 persen pada kuartal I 2026 secara year on year (yoy).
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan salah satu penyebab lapangan usaha tersebut tumbuh tinggi adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Hal ini didorong oleh peningkatan penyediaan makan minuman seiring libur nasional dan juga perluasan program Makan Bergizi Gratis,” kata Amalia dalam rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kantor BPS, Jakarta pada Selasa (5/5)
Selain itu, jasa lainnya tumbuh didorong oleh peningkatan jumlah perjalanan wisata nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara. Lapangan usaha ini tumbuh 9,91 persen pada kuartal I 2026.
Untuk lapangan usaha transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen. "Didorong oleh peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara," tulis paparan BPS.
Dari Sisi Kontribusi Usaha
Selanjutnya BPS turut mencatat lima lapangan usaha yang paling berkontribusi besar terhadap PDB antara lain: industri pengolahan dengan porsi sekitar 19,07 persen, diikuti perdagangan 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, dan pertambangan 8,69 persen.
Di sisi lain, terdapat beberapa sektor yang mengalami kontraksi, seperti pertambangan yang terkontraksi-2,14 persen dan pengadaan listrik dan gas sebesar-0,99 persen.
Faktor Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Amalia turut menjelaskan konsumsi pemerintah menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026.
Komponen dengan pertumbuhan tinggi yaitu konsumsi pemerintah yang didorong peningkatan realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 (THR), serta belanja barang dan jasa terutama belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, akselerasi konsumsi pemerintah terjadi seiring peningkatan realisasi belanja fiskal di awal tahun.
“Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi antara lain adalah konsumsi pemerintahan yang tumbuh lebih dari 21 persen karena didorong oleh meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui realisasi pembayaran gaji ke-14, belanja barang dan jasa, terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat," kata dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·