Dinkes DKI Jakarta Beri Pelatihan BHD di Bundaran HI

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan (PK3D) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyelenggarakan sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di area car free day Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan ini fokus melatih warga melakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) sebagai pertolongan pertama pada kondisi darurat.

Sosialisasi yang dipantau oleh Detikcom ini berlangsung di sisi timur Monumen Selamat Datang. Masyarakat yang sedang berolahraga menunjukkan antusiasme tinggi untuk mempelajari teknik CPR.

Instruktur menjelaskan berbagai kasus yang bisa menyebabkan seseorang pingsan atau tidak sadarkan diri, meliputi tersedak makanan, kekurangan oksigen, hingga serangan jantung.

Setelah itu, warga diminta untuk segera menghubungi petugas medis atau ambulans melalui nomor darurat 112 atau 119. Alternatif lain adalah menghubungi melalui nomor WhatsApp 081112119119.

Selain itu, warga juga dapat memanfaatkan aplikasi JakSehat atau JAKI yang dilengkapi dengan fitur ambulans untuk meminta bantuan. Proses pelatihan dilanjutkan dengan praktik gerakan CPR menggunakan maneken.

Beberapa maneken diletakkan dalam posisi berbaring di jalan, dan warga diajari gerakan menekan bagian dada maneken. Peserta terlihat memperhatikan dan menirukan gerakan dengan penuh semangat.

Kepala PK3D DKI Jakarta, Sulung Mulia, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program Jakarta First Aid Responder yang bertujuan melatih masyarakat umum.

Menurut Sulung, penting bagi masyarakat untuk memahami tata laksana penanganan kedaruratan medis seperti henti jantung, henti napas, atau tersedak sebelum tenaga kesehatan tiba di lokasi kejadian.

“Kami ingin menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana tata laksana apabila ada kedaruratan medis, misalnya ada henti jantung, henti napas, tersedak atau choking yang kasus-kasus seperti itu kami harapkan masyarakat bisa melakukan pertolongan pertama sebelum tenaga kesehatan hadir,” kata Sulung, seperti dilansir dari Detikcom.

Lebih lanjut, Sulung mengungkapkan bahwa PK3D menangani sekitar 8.000 kegiatan kedaruratan setiap bulan. Dari jumlah tersebut, 15 hingga 20 persen di antaranya merupakan kasus gawat darurat yang membutuhkan layanan ambulans, atau lebih dari 1.500 panggilan setiap bulan.

Dia menekankan pentingnya pertolongan awal yang diberikan oleh warga sembari menunggu kedatangan petugas medis. Pertolongan cepat dapat sangat membantu menyelamatkan nyawa dalam kondisi gawat darurat.

Dengan populasi Jakarta sekitar 11 juta jiwa, kata Sulung, angka tersebut cukup signifikan. Oleh karena itu, pengetahuan penanganan awal kedaruratan sangat penting dimiliki oleh masyarakat.