Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi menyiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026 berbasis aplikasi untuk mengantisipasi praktik siswa titipan. Langkah pencegahan kecurangan ini diawali dengan sosialisasi dan penandatanganan komitmen bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Senin, 18 Mei 2026.
Sistem baru tersebut diterapkan untuk penataan administrasi yang lebih ketat sekaligus transparan. Pemerintah Kota Sukabumi memprioritaskan kesiapan sistem pada seluruh jenjang sekolah di bawah naungan pemerintah daerah.
“Ya, tadi baru saja dilakukan sosialisasi dan penandatanganan komitmen bersama untuk SPMB jenjang SMA/SMK. Untuk SPMB jenjang TK, SD, SMP, sederajat, kita akan mencoba melakukan konsolidasi terlebih dahulu terkait dengan kesiapan,” ujar Novian kepada sukabumiupdate.com, Senin (18/5/2026).
Tahapan pelaksanaan seleksi ini akan melewati beberapa proses koordinasi bersama otoritas legislatif. Penjelasan ke masyarakat baru akan digulirkan setelah pertemuan dengan para pemangku kepentingan selesai dilakukan.
“Diawali dengan audiensi DPRD, audiensi para pemangku kepentingan lainnya, dan setelah itu, kita coba lakukan proses sosialisasi yang sama seperti pemerintah provinsi,” katanya.
Pendaftaran berbasis aplikasi ini nantinya membagi seleksi ke dalam empat jalur khusus. Jalur-jalur tersebut meliputi seleksi berdasarkan domisili, prestasi, afirmasi, serta mutasi perpindahan orang tua.
“Jadi ada empat proses seleksi yang akan kita lakukan di sistem penerimaan murid baru nanti,” ucapnya.
Mengenai kepastian tanggal pelaksanaan pendaftaran, dinas terkait masih menyusun linimasa resmi. Pengumuman jadwal tersebut akan dipublikasikan secara terbuka dalam waktu dekat.
“Oh, pastinya nanti ya, jadwalnya akan kita coba sampaikan,” katanya.
Metode digital dengan empat jalur masuk ini dipilih sebagai strategi utama memutus rantai kecurangan yang kerap berulang. Penggunaan aplikasi diharapkan menutup celah intervensi dari pihak luar dalam menitipkan calon peserta didik.
“Antisipasi siswa titipan, ya tentunya apa yang akan kita lakukan di SPMB berbasis aplikasi melalui empat seleksi tadi,” ujarnya.
Evaluasi terhadap pelaksanaan penerimaan siswa pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya sejumlah celah yang dimanfaatkan oknum tertentu. Antisipasi ketat kini difokuskan agar penyelewengan serupa tidak terulang di tingkat SD dan SMP.
“SPMB beberapa kali terjadi kecurangan. Insyaallah untuk penerimaan siswa baru SD dan SMP nggak ada lagi,” kata Ayep.
Pengawasan jalannya seleksi kini diperketat dengan instruksi langsung kepada jajaran dinas terkait. Upaya preventif ini bertumpu pada keterbukaan akses informasi selama seluruh proses penerimaan berlangsung.
“Pencegahannya transparansi yang kita laksanakan dan saya sudah arahkan kepala dinas,” tandasnya.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·