Jakarta (ANTARA) -
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat investasi melalui kebijakan-kebijakan strategis untuk mengantisipasi dampak gejolak global terhadap perekonomian, termasuk potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
"Memperkuat investasi melalui kebijakan strategis. Dalam hal ini, pemerintah bisa melibatkan Kadin DKI Jakarta sebagai mitra utama dalam pembuatan kebijakan ekonomi yang pro-bisnis," kata Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Selain itu, Pemprov DKI perlu melakukan stabilitas ekonomi melalui penguatan kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga pokok untuk menekan inflasi.
"Tak kalah penting adalah pengamanan pangan dengan mengembangkan inisiatif dan teknologi untuk memastikan kualitas pasokan pangan, termasuk pengawasan pada program makan bergizi gratis (MBG)," kata dia.
Upaya lain yang bisa dilakukan Pemprov DKI yakni kolaborasi strategis untuk mempercepat dekarbonisasi melalui penggunaan kendaraan listrik, penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor ekonomi, serta peningkatan kemitraan dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama pengendalian inflasi harga bahan pokok.
Sementara itu, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp270,09 triliun, yang menurut Pemprov DKI mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas iklim usaha di ibu kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berkomitmen menyederhanakan perizinan serta memberikan insentif fiskal untuk mendorong investasi dan mempermudah kegiatan usaha.
Belum lama ini, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) menjajaki kerja sama investasi di sektor infrastruktur hijau dan lingkungan bersama delegasi All-China Environment Federation (ACEF) untuk mendorong transformasi pembangunan ekonomi, keberlanjutan lingkungan dan ketahanan kota di tengah tantangan global.
Pemerintah mengakui tidak bisa berjalan sendiri, dan karena itu mengundang para investor untuk bersama-sama mengembangkan solusi di sektor lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Adapun kontribusi signifikan Tiongkok dalam investasi asing, dengan nilai mencapai 7,5 miliar dolar AS secara nasional pada 2025 dan 483 juta dolar AS di Jakarta.
Pemprov DKI menilai angka tersebut masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan, terutama pada sektor lingkungan, infrastruktur, dan pengembangan kota hijau.
Baca juga: Jakarta dan China jajaki kerja sama investasi hijau
Baca juga: DKI berkomitmen sederhanakan perizinan usaha untuk dorong investasi
Baca juga: Kadin DKI minta pemerintah beri stimulus cegah PHK massal
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·