Saksi Beberkan Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sejumlah warga di sekitar Stasiun Bekasi Timur menyaksikan insiden kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Selasa (28/4/2026). Peristiwa tersebut bermula dari mogoknya sebuah taksi listrik di perlintasan sebidang JPL 85 yang kemudian memicu rangkaian tabrakan kereta.

Fiqri, seorang saksi mata yang bermukim di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa kecelakaan diawali dengan taksi listrik Green SM yang tertemper KRL saat melaju menuju arah Jakarta.

"Jadi dari lajur satu itu ada kecelakaan dulu taksi ijo kata sopirnya mogok. Tertabrak," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (28/4).

Setelah insiden pertama tersebut, sebuah rangkaian KRL dari arah Jakarta tujuan Cikarang sedang berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur. Menurut keterangan Fiqri, kereta tersebut tengah menunggu proses evakuasi taksi listrik selesai dilakukan sebelum melanjutkan perjalanan.

Namun, dalam waktu singkat, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas di jalur rel yang sama datang dan menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti tersebut.

Saksi lainnya yang berprofesi sebagai juru parkir di sekitar stasiun mengaku mendengar suara pengereman yang sangat kencang sebelum terjadi benturan. Ia awalnya mengira suara keras tersebut berasal dari kereta yang keluar dari jalur.

"Udah ngerem dia (KA Argo Bromo) tapi enggak keburu. Suaranya (ngeremnya) kedengeran pikiran saya keretanya anjlok, ternyata tabrakan," tuturnya.

Warga segera mendatangi lokasi setelah mendengar dentuman keras tersebut. Berdasarkan pengamatan saksi, posisi lokomotif KA Argo Bromo Anggrek tampak merangsek masuk ke dalam gerbong belakang KRL.

Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang yang awalnya tertemper mobil harus ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181. Status tersebut diberikan karena kereta berhenti berdinas dan harus dievakuasi.

Dampaknya, petugas menghentikan rangkaian KRL lain berkode PLB 5568 di peron Stasiun Bekasi Timur. Insiden kedua terjadi karena KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) tujuan Surabaya tidak sempat berhenti sempurna dan menabrak PLB 5568.

Pihak Green SM Indonesia selaku pemilik taksi listrik yang mogok menyatakan permohonan maaf dan komitmen untuk kooperatif dalam penanganan kasus ini melalui akun Instagram resmi mereka.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.

Perusahaan taksi tersebut menegaskan akan terus mendukung jalannya investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait penyebab awal mogoknya kendaraan tersebut di perlintasan kereta.