Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkoordinasi dengan daerah pemasok hewan kurban untuk memastikan hewan yang masuk ke Jakarta itu dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit.
“Jadi kita pastikan semua hewan yang masuk ke Jakarta itu bebas dari penyakit-penyakit, khususnya penyakit yang bersifat zoonosis atau dapat menular kepada manusia atau yang biasa kita kenal dengan penyakit antraks, penyakit mulut dan kuku, ataupun penyakit lainnya,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok di Jakarta Timur, Selasa.
Tak hanya itu, pihaknya juga melaksanakan beberapa kegiatan pelatihan atau webinar kepada para petugas pemeriksa hewan kurban, masyarakat, panitia kurban terkait dengan sistem pemotongan daging hewan kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Kemudian, pengambilan sampel-sampel darah di semua tempat penjualan hewan kurban pun dilakukan. Dia memastikan sebanyak 458 sampel darah yang diperiksa di laboratorium terbebas dari penyakit antraks.
“Kita mengambil sampel tanah di tempat-tempat penjualan hewan kurban bahwa tanah-tanah di tempat penjualan itu juga bebas dari penyakit antraks karena penyakit antraks itu sangat berbahaya sekali dan bisa membahayakan kesehatan ataupun mengganggu kesehatan kita,” katanya.
Dinas KPKP DKI Jakarta juga melaksanakan penjaminan higiene sanitasi di tempat pemotongan hewan kurban.
Baca juga: Rano minta petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban untuk teliti
Baca juga: Pemprov DKI sebut antraks jadi ancaman utama hewan kurban
Baca juga: Pemprov DKI perketat pengawasan hewan kurban antisipasi PMK dan LSD
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·