Donald Trump Beri Isyarat Gencatan Senjata AS&Iran Segera Berakhir

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Presiden Donald Trump memberikan peringatan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang akan berakhir pada Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington kemungkinan besar tidak akan diperpanjang. Keputusan tersebut bergantung sepenuhnya pada hasil putaran negosiasi terbaru yang sedang berlangsung di Pakistan.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, Trump mengungkapkan bahwa delegasi Amerika Serikat telah berangkat menuju Pakistan untuk memulai dialog tahap kedua dengan pihak Iran. Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian mengenai keberlanjutan masa tenang yang telah berjalan selama dua pekan terakhir sejak dimulai pada 7 April lalu.

"Sangat tidak mungkin saya akan memperpanjangnya," kata Trump.

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan strategis terkait hubungan bilateral ini. Ia saat ini masih memantau perkembangan proses diplomasi di Pakistan sebelum menentukan langkah lanjutan terhadap status militer di kawasan tersebut.

"Saya tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk. Kita punya banyak waktu," ujar Trump.

Ketegangan diprediksi akan kembali meningkat jika kedua belah pihak gagal menemukan titik temu dalam pertemuan di Pakistan tersebut. Trump sendiri telah mempersiapkan kemungkinan kembalinya eskalasi jika tuntutan Amerika Serikat tidak terpenuhi dalam naskah perjanjian baru.

"Jika tidak ada kesepakatan, saya tentu akan memperkirakannya," kata Trump.

Sikap pemimpin Amerika Serikat ini dinilai konsisten dengan keraguannya selama sepekan terakhir mengenai perpanjangan masa gencatan senjata. Sebelumnya, Trump memberikan berbagai jawaban berbeda ketika dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai kepastian masa depan stabilitas keamanan dengan Iran tersebut.