Donald Trump Kecam Paus Leo XIV Terkait Kebijakan Luar Negeri

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan serangkaian kritik tajam terhadap Paus Leo XIV melalui platform media sosial Truth Social sejak Minggu malam, 12 April 2026. Perselisihan ini bermula dari pernyataan pemimpin tertinggi umat Katolik tersebut yang dianggap menyudutkan kebijakan pemerintahan Trump.

Ketegangan meningkat setelah pejabat Pentagon menegur diplomat Vatikan atas komentar Paus mengenai Perang Iran yang dilansir dari Detik iNET pada Rabu (15/4/2026). Paus Leo XIV sebelumnya menyerukan penghentian konflik dan mengecam ambisi kekuasaan yang dianggap memicu agresivitas global.

Donald Trump menuduh Paus bersikap lemah terhadap kejahatan dan politik luar negeri, terutama menyangkut nuklir Iran serta krisis di Venezuela. Trump juga menyatakan keberatannya atas pertemuan Paus dengan David Axelrod, yang merupakan mantan ahli strategi era Barack Obama.

"Leo harus memperbaiki perilakunya sebagai Paus, menggunakan akal sehat, berhenti menuruti keinginan sayap kiri radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan politisi," tulis Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dalam unggahannya di Truth Social.

Selain kritik kebijakan, Trump sempat memicu kontroversi dengan mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya dalam suasana relijius. Meskipun kemudian dihapus, Wakil Presiden JD Vance berdalih bahwa unggahan tersebut hanyalah sebuah lelucon yang tidak dipahami publik.

Paus Leo XIV menanggapi serangan verbal tersebut saat melakukan perjalanan udara menuju Afrika dengan menegaskan bahwa dirinya bukan seorang politisi. Ia menyatakan tidak takut terhadap pemerintahan Trump dan tetap konsisten menyuarakan pesan damai sesuai nilai Injil.

"Saya terus berbicara dengan tegas menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, dialog, dan multilateralisme antar negara untuk menemukan solusi atas masalah," ujar Paus Leo XIV, Pemimpin Takhta Suci Vatikan.

Vatikan mengonfirmasi bahwa pertemuan diplomatik dengan pihak Amerika Serikat merupakan bagian dari misi rutin perwakilan kepausan. Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi tambahan mengenai kelanjutan hubungan diplomatik dengan Vatikan pasca-insiden tersebut.