Donald Trump Kritik Sikap Paus Leo XIV Terkait Senjata Nuklir Iran

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV melalui platform Truth Social pada Rabu (15/4/2026). Trump menyatakan bahwa kepemilikan bom nuklir oleh Iran merupakan hal yang sama sekali tidak dapat diterima oleh pihaknya.

Kecaman tersebut muncul setelah Paus Leo XIV menyerukan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Wilayah tersebut saat ini sedang dilanda peperangan yang dipicu oleh operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan Al Arabiya dan Reuters, Trump juga menyoroti situasi hak asasi manusia di Iran. Ia mengeklaim bahwa otoritas Iran telah membunuh sedikitnya 42.000 demonstran yang tidak bersenjata dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

"Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa memiliki bom nuklir bagi Iran sama sekali tidak dapat diterima," tulis Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Kritik ini merupakan kelanjutan dari serangan verbal Trump sebelumnya yang menyebut pemimpin 1,4 miliar umat Katolik tersebut sebagai sosok yang lemah. Trump menilai pandangan kepausan bertolak belakang dengan kebijakan keras yang diambil Washington terhadap Teheran.

Paus Leo XIV menanggapi pernyataan tersebut saat berada dalam penerbangan kepausan menuju Aljazair. Beliau menegaskan bahwa posisinya bukan sebagai aktor politik dan tidak memiliki intensi untuk terlibat dalam perdebatan terbuka dengan Presiden Amerika Serikat.

Gereja Katolik menekankan bahwa misi mereka didasarkan pada ajaran Injil untuk menciptakan perdamaian. Paus menyatakan memiliki kewajiban moral untuk berbicara menentang peperangan serta mendorong upaya rekonsiliasi antarpihak yang bertikai.

Menutup pernyataannya, Paus Leo XIV menegaskan tidak merasa takut terhadap tekanan dari pemerintahan Trump. Beliau berkomitmen untuk terus menyuarakan pesan perdamaian meskipun terdapat perbedaan perspektif politik yang tajam terkait kebijakan luar negeri di Timur Tengah.