Donald Trump Pertimbangkan Serangan Militer Baru Amerika Serikat ke Iran

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer baru terhadap Iran di tengah dinamika internal pemerintahan Washington yang memanas.

Rencana tersebut mencuat setelah Presiden Donald Trump memutuskan batal menghadiri pernikahan putra sulungnya, Donald Trump Jr, pada akhir pekan ini.

Langkah pembatalan tersebut diambil Trump karena alasan kondisi mendesak yang berkaitan dengan urusan pemerintahan.

Di saat bersamaan, Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat Tulsi Gabbard mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (22/5) waktu setempat.

Berdasarkan informasi dari media CBS dan Axios yang dilansir dari Detikcom pada Sabtu (23/5/2026), situasi ini memicu dugaan kuat mengenai eskalasi konflik baru.

Gabbard secara resmi menyatakan bahwa alasan pengunduran dirinya adalah kondisi sang suami yang sedang berjuang melawan penyakit kanker.

Kendati demikian, rumor yang beredar di Washington menyebutkan bahwa Gabbard dipaksa mundur akibat perselisihan tajam dengan Trump mengenai perang terhadap Iran.

Laporan Fox News menyatakan bahwa keputusan mundur tersebut disampaikan langsung oleh Gabbard kepada Trump dalam pertemuan di Ruang Oval pada Jumat (22/5) waktu setempat, dan akan berlaku efektif mulai 30 Juni mendatang.

Di tengah situasi tersebut, negosiasi tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan dilaporkan berjalan sangat alot.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tunduk pada tekanan diplomasi Washington dalam perundingan tersebut.

"Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat; kami hanya memperjuangkan hak-hak kami," tegas Baghaei dalam pernyataannya pada Jumat (22/5) waktu setempat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa fokus utama Teheran saat ini adalah pemulihan hak-hak negara dan pencabutan sanksi ekonomi.

Sementara itu, Trump dalam pidato kunjungannya di New York pada Jumat (22/5) waktu setempat, secara terbuka membeberkan strategi pendanaan konflik tersebut.

Trump mengeklaim bahwa Washington memanfaatkan sumber daya alam dari negara sekutu Iran untuk menutupi seluruh pengeluaran operasi militer.

"keadaan yang berkaitan dengan pemerintahan" dan "kecintaannya pada Amerika Serikat" sebagai alasan yang mendasari keputusannya.

Trump juga menambahkan bahwa pasokan tersebut bahkan mampu mencukupi kebutuhan dana operasional hingga puluhan kali lipat dari estimasi awal.

"25 kali lipat" tutur Trump saat membahas pandangan global terkait keputusannya menyerang Iran dan Venezuela.