Donald Trump Sebut Iran Mengaku Kolaps dan Minta Selat Hormuz Dibuka

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan klaim bahwa Iran saat ini berada dalam kondisi kolaps dan tengah berupaya mencari jalan keluar atas situasi kepemimpinan mereka. Pernyataan ini muncul pada Selasa (28/4) waktu setempat melalui platform media sosial miliknya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Klaim tersebut disampaikan Trump melalui sebuah unggahan di Truth Social di tengah ketegangan yang kembali meningkat di kawasan Teluk. Trump juga menyatakan adanya permintaan dari pihak Teheran mengenai akses jalur pelayaran internasional yang krusial.

"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Keadaan Kolaps'. Mereka ingin kami 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Hingga saat ini, belum terdapat informasi tambahan mengenai mekanisme atau saluran diplomatik yang digunakan Iran untuk menyampaikan pesan tersebut kepada pihak Gedung Putih. Ketidakpuasan Trump terhadap usulan terbaru dari Teheran disinyalir menjadi latar belakang pengungkapan informasi ini.

Iran sebelumnya mengajukan proposal untuk menangguhkan pembahasan program nuklirnya sampai konflik bersenjata berakhir dan masalah distribusi logistik di Teluk tuntas. Namun, seorang pejabat AS menyebut Trump bersikeras agar isu nuklir menjadi poin utama yang diselesaikan di awal negosiasi.

Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyampaikan posisi pemerintahnya dalam sesi Dewan Keamanan PBB yang diinisiasi oleh Bahrain pada Senin (27/4). Iravani menekankan perlunya jaminan keamanan guna mencegah terulangnya serangan militer terhadap wilayahnya.

"Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah," tegas Iravani, Duta Besar Iran untuk PBB.

Pernyataan Iravani ini muncul setelah puluhan negara anggota PBB mengecam tindakan Iran yang mengambil alih kendali atas Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan rute perdagangan minyak paling vital di dunia yang saat ini menjadi titik pusat perselisihan geopolitik global.