Donald Trump Temui Xi Jinping di Beijing Bahas Perdagangan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat, Beijing, pada Kamis (14/5/2026) pagi untuk memperkuat hubungan perdagangan. Kunjungan pertama Presiden AS ke China dalam satu dekade terakhir ini juga bertujuan meredam gesekan terkait isu Taiwan dan Iran.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, Trump tiba di ibu kota China pada Rabu (13/5) setelah bertolak dari Washington DC satu hari sebelumnya. Rencana kunjungan yang semula dijadwalkan pada Maret lalu sempat tertunda akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Irak.

Kedatangan Trump disambut dengan upacara militer lengkap dan karpet merah di alun-alun sebelum kedua pemimpin masuk untuk berdiskusi. Selain membahas ekonomi, Trump membawa agenda mengenai penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan, wilayah demokrasi yang diklaim oleh pemerintah Beijing.

Delegasi Amerika Serikat dalam kunjungan ini menyertakan sejumlah pemimpin bisnis papan atas, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Apple Tim Cook. Kehadiran para eksekutif tersebut mempertegas fokus utama kunjungan pada sektor ekonomi dan teknologi di tengah persaingan global.

Saat bersiap meninggalkan Gedung Putih menuju Beijing, Trump memberikan pernyataan mengenai posisinya terhadap ketegangan di Timur Tengah, khususnya Iran.

"Saya pikir kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara. Kita akan memenangkannya secara damai atau sebaliknya," kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih.

Selama rangkaian acara penyambutan, Trump didampingi oleh beberapa pejabat tinggi kabinetnya, seperti Menteri Pertahanan Peter Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Di sela-sela agenda kenegaraan, Trump juga menyempatkan diri mengunjungi situs sejarah Warisan Dunia, Kuil Surga.

Dalam sesi pertemuan resmi, Trump menyampaikan apresiasinya terhadap keramahan pihak China dan optimisme terhadap kerja sama kedua negara di masa depan.

"Suatu kehormatan untuk bersama Anda. Suatu kehormatan untuk menjadi teman Anda, dan hubungan antara China dan AS akan menjadi lebih baik dari sebelumnya," kata Trump, dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Kamis (14/5).

Trump juga menekankan bahwa komunikasi langsung antara dirinya dan Presiden Xi menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai perselisihan yang muncul di antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

"Kita memiliki hubungan yang fantastis. Kita tetap akur ketika ada kesulitan, kita menyelesaikannya," sambung Trump kepada Xi.

Pujian terhadap kepemimpinan Xi Jinping terus dilontarkan Trump di hadapan delegasi kedua negara, merujuk pada kemajuan yang dicapai China di bawah otoritas Xi.

"I sangat menghormati China, pekerjaan yang telah Anda lakukan. Anda adalah seorang pemimpin yang hebat," ujar Trump melontarkan pujian untuk Xi.

Meski menyadari adanya perbedaan pendapat di internal pemerintahannya mengenai cara memandang kepemimpinan Beijing, Trump tetap menegaskan penilaian pribadinya.

"Saya mengatakan kepada semua orang. Anda adalah seorang pemimpin yang hebat. Terkadang orang tidak suka saya mengatakannya, tetapi saya tetap mengatakannya, karena itu benar," sambung Trump.

Menutup pernyataannya dalam pertemuan itu, Trump menegaskan bahwa hubungan personal yang kuat dengan Xi akan mempercepat resolusi konflik di masa mendatang.

"Saya akan menelepon Anda, dan Anda akan menelepon saya, dan setiap kali kita memiliki masalah -- orang-orang tidak tahu -- setiap kali kita memiliki masalah, kita menyelesaikannya dengan sangat cepat," ujar Trump.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan harapan mengenai keberlanjutan kemitraan strategis antara Washington dan Beijing.

"Dan kita akan memiliki masa depan yang fantastis bersama," tambah Trump.