Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapannya untuk mempelajari proposal perdamaian terbaru dari Iran pada Sabtu, 2 Mei 2026, meskipun tetap memberikan peringatan keras mengenai potensi dimulainya kembali serangan militer terhadap target di Teheran.
Sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz, Trump mengungkapkan keraguannya terkait kesepakatan tersebut saat berbicara kepada awak media di Florida setelah menerima pengarahan mengenai konsep yang ditawarkan pihak Iran.
"I akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan bahwa itu akan dapat diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir," ujar Trump melalui unggahan di platform Truth Social.
Penolakan awal ini muncul di tengah kegelisahan Gedung Putih terhadap lonjakan harga energi global akibat penutupan jalur maritim strategis di Selat Hormuz oleh pihak Iran. Kendala distribusi minyak tersebut dikhawatirkan berdampak pada peta politik domestik Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.
"Kami baru saja berbicara dengan Iran. Mari kita lihat apa yang terjadi," kata Trump yang juga menekankan ketidakpuasannya atas usulan Iran sebelumnya.
Meskipun Trump menyatakan keengganannya untuk memulai kembali pertempuran terbuka yang telah pecah sejak akhir Februari lalu, ia menegaskan sikap tegasnya jika kondisi tidak membaik.
"Tetapi saya akan mengatakan bahwa saya tidak senang," tambah Trump.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran memberikan respons diplomatik dengan menyatakan bahwa Teheran bersedia melanjutkan perundingan jika pihak Amerika Serikat bersedia mengubah gaya komunikasi mereka.
Pemerintah Iran menuntut penghentian blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan mereka sebagai syarat utama pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur yang memasok seperlima kebutuhan minyak dan gas dunia. Namun, Gedung Putih mengklaim kebijakan blokade tersebut efektif dalam menekan ekspor minyak dan melumpuhkan ekonomi Iran guna mendapatkan konsesi.
Laporan dari Bloombergtechnoz pada hari Sabtu menyebutkan bahwa Iran mulai memangkas produksi minyak mentahnya karena kapasitas tangki penyimpanan yang kian menipis. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi batas maksimal penyimpanan sebelum benar-benar penuh di tengah tekanan ekonomi internasional.
Kondisi pasar energi global menunjukkan fluktuasi tajam dengan minyak mentah Brent ditutup pada level US$108 per barel pada hari Jumat. Sementara itu, harga bahan bakar di Amerika Serikat telah melampaui US$4 per galon yang menjadi beban tambahan bagi konsumen domestik.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·