Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Lebanon Selama 10 Hari

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku pada Kamis (16/4/2026) pukul 17.00 waktu setempat. Kesepakatan perdamaian sementara ini direncanakan akan berlangsung selama sepuluh hari ke depan sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Trump setelah dirinya menjalin komunikasi intensif dengan para pemimpin kedua negara yang bertikai. Langkah ini diambil sebagai upaya awal untuk meredakan ketegangan militer di wilayah perbatasan yang telah berlangsung lama.

"Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Melalui pernyataan resminya, Trump menegaskan bahwa persetujuan dari kedua belah pihak merupakan fondasi utama untuk menghentikan kontak senjata secara formal. Gencatan senjata ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi dialog yang lebih permanen.

"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST," tambah Trump, Presiden Amerika Serikat.

Menanggapi pengumuman tersebut, pihak Hizbullah menyatakan kesiapan untuk mengikuti ketentuan yang telah disepakati. Ibrahim al-Moussawi menekankan bahwa komitmen tersebut bergantung sepenuhnya pada penghentian total operasi militer oleh pihak lawan.

"Kami di Hizbullah akan dengan hati-hati mematuhi gencatan senjata dengan syarat bahwa itu adalah penghentian permusuhan secara menyeluruh terhadap kami dan bahwa Israel tidak menggunakannya untuk melakukan pembunuhan apa pun," kata al-Moussawi, Anggota Parlemen Hezbollah.

Selain memberikan syarat kepatuhan, pihak Hizbullah juga menyoroti peran diplomatik negara lain yang dianggap krusial dalam pencapaian kesepakatan ini. Al-Moussawi secara khusus menyebut pengaruh Teheran sebagai faktor penentu keberhasilan negosiasi.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Iran karena telah memberikan tekanan yang menguntungkan Lebanon. Gencatan senjata tidak akan terjadi tanpa Iran menganggap gencatan senjata sama dengan menutup Selat Hormuz," tambah al-Moussawi, Anggota Parlemen Hezbollah.