Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang dijadwalkan mulai berlaku pada Kamis (16/4) pukul 17.00 waktu Washington. Pengumuman ini diharapkan mampu meredakan ketegangan geopolitik lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan tersebut.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social setelah mengklaim adanya pembicaraan intensif dengan para pemimpin kedua negara. Meskipun demikian, pihak militer Israel maupun kelompok Hizbullah belum memberikan konfirmasi resmi terkait penghentian permusuhan tersebut hingga berita ini diturunkan.
Trump menyatakan telah menjalin komunikasi yang positif dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai langkah perdamaian ini.
"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa demi mencapai PERDAMAIAN antarnegara mereka, keduanya akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari" tulis Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pengumuman ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa pertempuran di Lebanon selatan dapat merusak gencatan senjata dua pekan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Trump dalam unggahannya secara spesifik hanya menyebutkan kesepakatan antarnegara tanpa menyertakan nama kelompok Hizbullah.
Melalui unggahan berikutnya di media sosial yang sama, Trump mengungkapkan rencana untuk mengundang kedua kepala pemerintahan ke Gedung Putih dalam waktu dekat.
"Kedua belah pihak menginginkan PERDAMAIAN, dan saya yakin hal itu akan terjadi, segera!" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Situasi di lapangan menunjukkan eskalasi serius sebelum pengumuman ini dibuat, di mana pemerintah Lebanon mencatat lebih dari 2.000 orang tewas akibat invasi Israel di wilayah selatan dan serangan di Beirut. Agresi tersebut juga menyebabkan satu juta warga Lebanon mengungsi, sementara Israel berencana membangun zona penyangga yang menghalangi kepulangan sekitar 600.000 penduduk setempat.
Di sisi lain, Israel melaporkan kematian dua warga sipil dan 13 tentara selama pertempuran berlangsung. Serangan balasan dari Lebanon juga memaksa penduduk di wilayah utara Israel untuk terus menetap di bunker perlindungan guna menghindari ancaman roket.
Upaya diplomasi ini terjadi saat Iran dan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata mereka yang akan habis pekan depan. Teheran bersikeras agar Lebanon dimasukkan dalam cakupan kesepakatan damai karena memandang Hizbullah sebagai sekutu strategis di kawasan tersebut.
Sebelumnya, pejabat dari Lebanon dan Israel sempat mengadakan pertemuan langsung pertama dalam tiga dekade di Washington pada hari Selasa dengan mediasi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Meskipun pertemuan tersebut awalnya berakhir tanpa titik temu, pengumuman terbaru dari Trump menandakan adanya perkembangan signifikan dalam negosiasi formal antarnegara tersebut.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·