Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengusulkan agar pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, BPOM, serta pemerintah daerah segera melakukan inspeksi lapangan secara menyeluruh terhadap jajanan dan produk pangan olahan, khususnya di wilayah Jakarta.
Menurut Netty, inspeksi lapangan itu bernilai penting untuk dilakukan terutama guna mencegah penyalahgunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku makanan di Jakarta.
“Perlu ada pengawasan langsung di lapangan, termasuk pengujian sampel makanan dan penelusuran bahan baku. Ini penting untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang masuk ke konsumsi masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Jaksel siapkan tim pengawas pedagang siomay berbahan ikan sapu-sapu
Ia menyoroti adanya potensi penyalahgunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku olahan pangan, seperti siomay atau cilok oleh oknum yang tidak bertanggung jawab karena faktor biaya yang sangat murah. Menurut dia, ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar berisiko mengandung logam berat seperti timbal, merkuri, dan kadmium. Zat ini dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan berbahaya jika masuk ke rantai konsumsi manusia.
"Ini yang harus diantisipasi secara serius. Kita tidak boleh menunggu sampai ada korban. Risiko kesehatan dari paparan logam berat bersifat jangka panjang dan sering tidak terdeteksi sejak awal,” ucapnya.
Berikutnya, ia mengingatkan agar pengawasan terhadap pangan itu tidak hanya dilakukan di tingkat produksi, tetapi juga harus menyasar peredaran makanan siap konsumsi yang banyak dijual di ruang publik.
Baca juga: Sudinkes Jaktim ingatkan risiko diare dari konsumsi ikan sapu-sapu
Selain itu, Netty juga mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait keamanan pangan.
“Masyarakat perlu lebih waspada terhadap produk makanan yang tidak jelas asal-usulnya. Di sisi lain, pelaku usaha harus diberikan pembinaan agar tidak menggunakan bahan yang berisiko,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menyatakan telah menyiapkan tim pengawas pedagang siomay berbahan ikan sapu-sapu sebagai pengawasan keamanan pangan terpadu.
"Kami harus bawa tim dari Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) yang betul-betul mengerti makanan ini kandungannya ada ikan sapu-sapu atau tidak," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar.
Anwar menegaskan pihaknya tidak akan secara mendadak mendatangi para pedagang siomay untuk menjaga kondusivitas.
Nantinya, bersama para tim yang berkompeten juga akan memberikan sosialisasi kepada para pedagang mengenai keamanan bahan pangan bagi konsumen.
Baca juga: Pemprov DKI evaluasi penanganan ikan sapu-sapu
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·