DPRD DKI minta proyek NCICD fokus pada titik paling terdampak

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Komisi D DPRD DKI Jakarta menegaskan kematangan perencanaan dan penentuan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) harus menjadi prioritas dan berfokus pada titik-titik yang paling berdampak.

"Terutama wilayah yang rawan banjir rob. Kita berharap akan cepat selesai," kata Ketua Komisi DPRD DKI Yuke Yurike saat mengunjungi proyek NCICD Paket 2 di Ancol, Jakarta Utara, Selasa.

Dia mengatakan kunjungan yang dilakukan di Ancol, tepatnya di Jalan Taman Marina, Jakarta Utara, itu merupakan respons atas kejadian banjir rob yang sempat melanda wilayah pesisir Jakarta.

Yuke menyebutkan Komisi D yang bekerja dalam bidang pembangunan juga memastikan kesiapan infrastruktur, sekaligus mengevaluasi progres pembangunan proyek tersebut di tengah kondisi cuaca yang masih belum menentu.

Dia pun menegaskan kunjungan itu merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap pelaksanaan proyek pada sektor sumber daya air.

Baca juga: Proyek pengendalian banjir dan rob Jakarta mulai dikerjakan pada 2026

Menurut Yuke, diperlukan penguatan pengawasan, terutama pada proyek-proyek strategis yang berkaitan langsung dengan penanganan banjir rob dan genangan di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi D menemukan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan dalam proyek pengendalian banjir pesisir itu.

Yuke mengakui sejumlah titik masih dalam tahap perencanaan, dan belum menunjukkan progres signifikan di lapangan, sehingga perlu menjadi perhatian serius, mengingat proyek tersebut tidak boleh berlarut-larut.

"Masih sangat panjang yang belum selesai," ungkap Yuke.

Selain aspek teknis, Komisi D juga menyoroti pelaksanaan proyek secara berkeadilan karena pembangunan infrastruktur berskala besar, seperti NCICD tidak boleh hanya bermanfaat bagi kelompok atau kawasan tertentu.

Baca juga: Pramono minta area tanggul NCICD Ancol Barat diperindah

Baca juga: Tanggul NCICD di kawasan Ancol Barat hampir rampung

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.